
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Polemik penilaian kerja kreatif yang mencuat dalam kasus videografer di Kabupaten Karo menuai respons serius dari berbagai daerah. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menegaskan bahwa isu ini harus menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemahaman dan perlindungan terhadap sektor ekonomi kreatif.
Andi Makmur menyatakan dukungannya terhadap pandangan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin), yang menekankan bahwa proses kreatif adalah inti dari ekonomi kreatif yang harus dihargai secara layak.
Meluruskan Cara Pandang Kerja Kreatif
Menurut Andi Makmur, paradigma masyarakat dan pemerintah terhadap kerja kreatif perlu diluruskan. Ia menilai sering kali karya hanya dilihat dari hasil akhir, tanpa mempertimbangkan investasi ide, keahlian, dan waktu yang dicurahkan.
”Kerja kreatif itu tidak sederhana. Ada proses panjang di dalamnya, mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Sudah sepatutnya ini dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki nilai tinggi dan layak dihargai secara profesional,” ujar Andi Makmur, Selasa (31/3).
Ia menambahkan bahwa kasus di Karo merupakan momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk lebih peka terhadap dinamika pelaku industri kreatif lokal.
Komitmen Legislasi Fraksi PKB
Sebagai tindak lanjut dari instruksi pusat, Andi Makmur menegaskan bahwa Fraksi PKB DPRD Makassar akan mengawal isu ini dalam ranah kebijakan publik.
”Kami sejalan dengan pandangan Ketua Umum. Ini menjadi catatan sekaligus kewajiban moral bagi seluruh anggota Fraksi PKB untuk menindaklanjutinya secara serius, terutama dalam proses legislasi di Kota Makassar,” tegasnya.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi:
Penguatan regulasi daerah yang adaptif terhadap perkembangan industri digital.
Penyediaan ekosistem yang sehat bagi pelaku konten digital, desain, dan audio-visual.
Fasilitasi dan perlindungan hukum bagi pelaku usaha kreatif.
Makassar sebagai Hub Kreatif
Andi Makmur optimistis Makassar memiliki potensi besar karena didominasi oleh anak muda yang menggantungkan hidup di sektor kreatif. Namun, potensi ini tidak akan maksimal tanpa keberpihakan kebijakan pemerintah daerah.
”Banyak anak muda kita yang bergerak di sektor ini. Perhatian pemerintah sangat krusial, baik dalam bentuk kebijakan maupun fasilitasi langsung. Kita harus memastikan ruang kreatif ini tumbuh dengan dukungan yang memadai,” pungkasnya.


Tidak ada komentar