OJK Perkuat Sinergi GRC Terintegrasi demi Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Redaksi
8 Apr 2026 12:09
Bisnis News 0 4
2 menit membaca

​JAKARTA.DAULATRAKYAT. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan fungsi Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang berintegritas dan berkelanjutan di sektor jasa keuangan.

Langkah ini diambil sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam Forum GRC Pra-Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang digelar di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Forum ini menjadi sarana strategis untuk mempererat kolaborasi antara regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri.

​“Forum ini bukan sekadar sarana diskusi konstruktif, melainkan wadah memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menerapkan GRC yang berintegritas dan berkelanjutan,” ujar Sophia dalam sambutannya.

​Menghadapi Tantangan Global dan Digital

Sophia memaparkan bahwa sektor jasa keuangan ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin berat. Mengutip data The Institute of Internal Auditors (IIA), terdapat sejumlah risiko utama yang wajib diantisipasi, antara lain:

​Keamanan siber (cybersecurity) dan disrupsi digital, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

​Ketahanan bisnis dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Dampak perubahan iklim serta perubahan regulasi yang dinamis.

​Menurutnya, peran fungsi GRC menjadi sangat krusial untuk memastikan kepatuhan, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya tahan industri terhadap ketidakpastian pasar.

​Transparansi Beneficial Ownership (BO)

Dalam diskusi panel bertajuk “Transparansi Beneficial Ownership (BO/UBO) dan Implikasinya bagi Penguatan GRC”, forum membahas pemanfaatan data pemilik manfaat (BO) dalam pengawasan berbasis risiko. Sesi ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim, serta dimoderatori oleh Fransiska Oei, Direktur Kepatuhan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

​Diskusi tersebut menekankan pentingnya transparansi dan intelijen keuangan dalam mendukung tata kelola yang bersih di Indonesia.

​Menuju Risk and Governance Summit (RGS) 2026

Kegiatan ini juga menjadi rangkaian persiapan menuju puncak acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli mendatang. Berbagai program pendukung seperti Spark Class, pengakuan Continuing Professional Education (CPE), hingga edukasi melalui media digital (podcast) telah dipersiapkan dan mendapat sambutan positif dari pimpinan asosiasi profesi.

​Sebagai simbol keseriusan, acara ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Kolaborasi antara OJK dan berbagai asosiasi profesi di bidang GRC.

​Melalui penguatan ekosistem GRC yang solid, OJK berharap praktik manajemen risiko dan kepatuhan di Indonesia dapat berjalan lebih transparan, efektif, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x