Realisasi APBD Triwulan I Capai 11,07%, Munafri Ingatkan OPD Fokus pada Dampak Nyata

Redaksi
16 Apr 2026 02:29
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).

​Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa triwulan pertama adalah fase krusial yang menentukan ritme pembangunan sepanjang tahun. Ia mewanti-wanti agar program pemerintah tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

​Sinkronisasi Perencanaan dan Eksekusi

​Dalam arahannya, Munafri menyoroti adanya jarak antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, kegagalan program dalam memberikan dampak sering kali disebabkan oleh pola eksekusi yang tidak terkoneksi dengan desain awal.

​”Perencanaan itu harus jelas bentuknya, dan pola eksekusinya harus sejalan. Jangan sampai perencanaan tidak terkoneksi dengan pelaksanaan,” tegasnya.

​Ia menambahkan bahwa keberhasilan APBD tidak boleh hanya diukur dari angka penyerapan anggaran, melainkan dari kualitas output (hasil) dan outcome (dampak).

​Evaluasi Berbasis Outcome, Bukan Sektoral

​Munafri mengkritisi pola kerja OPD yang masih cenderung bekerja sendiri-sendiri secara parsial. Ia menuntut adanya integrasi sistem kelembagaan di mana setiap instansi saling mendukung untuk mencapai target visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan” sesuai RPJMD 2025–2029.

​”OPD tidak berdiri sendiri. Yang kita harapkan bukan penilaian per individu dinas, tapi akumulasi dampak dari seluruh kinerja pemerintah kota bagi masyarakat,” imbuhnya.

​Ia juga meminta agar kegiatan Monev menghasilkan keputusan strategis yang konkret untuk memperbaiki kelemahan di triwulan berikutnya, bukan sekadar menjadi agenda formalitas.

​Laporan Capaian Triwulan I

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kota Makassar, Muh. Dahyal, memaparkan laporan capaian kinerja keuangan dan fisik daerah:

​Realisasi Belanja: Mencapai Rp465 miliar (11,07%) dari total anggaran Rp4,2 triliun. Capaian fisik berada di angka 11,36%.

​Pertumbuhan: Terjadi peningkatan tipis sebesar 0,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

​Pendapatan Daerah: Terealisasi sebesar Rp1,041 triliun (22,14%) dari target Rp4,7 triliun, meningkat dibanding tahun lalu yang berada di angka 20,91%.

​Hindari “Budaya” Akhir Tahun

​Menutup arahannya, Munafri mengingatkan agar pola lama yang menunda pekerjaan hingga akhir tahun segera ditinggalkan untuk menghindari rendahnya realisasi dan tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

​”Yang paling penting di triwulan pertama bukan sekadar capaiannya, tapi ketepatan arah. Jangan sampai kita bergerak cepat, tapi salah arah. Gunakan waktu satu tahun ini dengan efektif sejak awal,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x