Appi: Makassar Half Marathon 2026, Ajang Lari Terbesar yang Pernah Ada di Kawasan Timur Indonesia

Redaksi
28 Mei 2026 03:05
5 menit membaca

MAKASSAR – Penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang digelar hari ini resmi dinobatkan sebagai ajang lari terbesar yang pernah diselenggarakan di wilayah Indonesia Timur. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, mengapresiasi antusiasme luar biasa masyarakat dan peserta yang mencapai 12.400 orang, belum termasuk keluarga dan pendukung yang turut memeriahkan suasana.

Menurutnya, perhelatan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan motor penggerak ekonomi dan promosi besar-besaran bagi keunggulan Kota Makassar.

Dalam pernyataannya usai kegiatan, Appi menyebut angka partisipasi yang mencapai ribuan orang ini akan menjadi kisah keberhasilan yang dibawa pulang oleh para pelari ke daerah asalnya, sekaligus mempromosikan keindahan dan potensi Kota Makassar ke kancah yang lebih luas.

“Saya sangat mengapresiasi ini dengan baik. Ada 12.400 peserta yang datang, belum termasuk keluarga yang mendampingi, khususnya peserta kategori GEDES yang didampingi orang tua, juga para pendukung dan suporter. Tentu ini memberikan dampak sangat baik untuk kota ini. Sebanyak 12.000 lebih orang ini akan bercerita tentang Kota Makassar, akan bercerita tentang kegiatan Makassar Half Marathon. Kalau saya tidak salah, ini menjadi event lari terbesar yang ada di wilayah timur Indonesia,” ujar Appi.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan acara berskala besar seperti ini tidak terjadi secara instan. Hal ini merupakan buah dari konsistensi pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar selama bertahun-tahun, sehingga kota ini siap menjadi tuan rumah yang layak dan berkelas. Selain fasilitas, Makassar juga menawarkan daya tarik lain berupa kuliner khas, oleh-oleh, dan keramahan yang sulit ditemukan di kota lain.

“Banyak kota ingin menyelenggarakan acara seperti ini, tapi mungkin tidak semua kota memiliki kesiapan infrastruktur yang memadai. Di Makassar, infrastruktur ini sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Kami berharap Makassar bisa menghadirkan keramahan terbaik bagi seluruh pelari dan tamu yang datang. Kota ini menawarkan apa yang mereka cari; punya makanan luar biasa, oleh-oleh, dan kekhasan yang mungkin tidak dimiliki kota lain,” tegasnya.

Luncurkan Aplikasi “Lontar” untuk Gaya Hidup Sehat

Terkait upaya menjadikan olahraga dan hidup sehat sebagai budaya masyarakat, Appi mengumumkan terobosan baru yang akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Melalui sebuah aplikasi bernama “Lontar”, pemerintah akan memfasilitasi warga untuk mencatat aktivitas fisik harian mereka, baik itu berlari, berjalan kaki, maupun bersepeda. Aktivitas yang dilaporkan ke dalam aplikasi akan dicatat dan diberikan poin, di mana poin tersebut nantinya akan ditukarkan dengan berbagai bentuk penghargaan atau hadiah bagi warga yang konsisten menjaga kesehatan.

“Kami ingin menyampaikan kabar gembira, sebentar lagi kita akan meluncurkan kegiatan berhubungan dengan hidup sehat yang setiap hari bisa dilaporkan ke dalam aplikasi kita bernama Lontar. Orang yang lari, jalan, atau naik sepeda bisa melaporkan hasilnya setiap hari lewat aplikasi itu. Nanti akan muncul angka dan poin, dan poin itulah yang berhak mendapatkan hadiah. Ini bentuk apresiasi bagi mereka yang menerapkan gaya hidup sehat setiap hari di Kota Makassar,” jelasnya.

Program ini diharapkan dapat mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih aktif dan bugar, menjadikan olahraga bukan sekadar acara tahunan, melainkan kebiasaan sehari-hari yang positif.

Dampak Ekonomi Sangat Nyata: Mengalir ke UMKM dan Rumah Makan

Salah satu sorotan utama Appi adalah dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan Makassar Half Marathon. Ia menilai, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah secara otomatis menggerakkan roda perekonomian lokal, mulai dari hunian hotel, kuliner, hingga produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Data valid mengenai dampak ekonomi ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi agar acara ini semakin besar skalanya di tahun-tahun mendatang.

“Saya sangat yakin, coba lihat hotel-hotel di sekitar lokasi, sudah penuh sesak sejak kemarin, hari ini, hingga minggu depan. Semua orang mencari akomodasi di sini. Artinya, ekosistem ekonomi kita terbantu. Kalau kita hitung, misalkan setiap peserta belanja atau berbelanja kebutuhan rata-rata sejuta rupiah saja, dampaknya sangat besar. Uang itu masuk ke kantong UMKM, mengisi rumah-rumah makan, dan berputar di ruang ekonomi Makassar. Dari situ pula akan ada penerimaan pajak bagi pemerintah kota untuk pembangunan,” urai Appi.

Perbaikan Fasilitas dan Komitmen Berkelanjutan

Meski berjalan sukses, Wali Kota Appi mengaku masih menerima masukan terkait beberapa hal teknis, terutama kondisi jalan dan penerangan di rute lintasan yang dinilai masih kurang memadai dan berpotensi mengganggu kenyamanan pelari, terutama bagi mereka yang berlari sejak dini hari. Ia menegaskan akan segera melakukan perbaikan dan pembenahan fasilitas demi keamanan dan kenyamanan di edisi mendatang.

“Saya mendengar masukan bahwa ada beberapa titik jalan yang masih bergelombang dan penerangan yang kurang terang di pagi hari. Ini akan menjadi catatan penting kami. Kami butuh penerangan lebih ekstra agar pelari bisa melihat dengan jelas. Ingat, tidak semua pelari di sini sekadar mencari keringat atau kesehatan, ada yang mencari rekor, ada yang mengejar prestasi. Jika mereka terganggu oleh kondisi fasilitas, dampaknya sangat fatal. Sebagai tuan rumah, kami harus pastikan kenyamanan dan keamanan terjaga, termasuk perlindungan asuransi yang sudah disiapkan secara rinci,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Appi menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus mendukung acara ini hingga menjadi ikon kebanggaan daerah. Bahkan, ia menargetkan peningkatan nilai dukungan penyelenggaraan dari Rp12 miliar tahun ini menjadi Rp15 miliar di tahun depan. Bagi Makassar yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah, potensi manusia, pariwisata, dan event berskala internasional seperti ini adalah kekayaan utama yang akan terus dimaksimalkan untuk kesejahteraan warga.

“Kota Makassar tidak punya banyak sumber daya alam yang bisa diukur, tapi kami bisa mendapatkan penghasilan kota melalui potensi dan kreativitas seperti ini. Kami ingin Makassar Half Marathon ini terdaftar permanen dalam kalender acara nasional dan internasional, tumbuh terus, dan menjadi salah satu ikon terbesar kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan,” pungkas Appi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x