Optimalisasi Pengelolaan Sampah, Kelurahan Ballaparang Hadirkan 15 Titik TEBA dan 9 Bank Sampah

Redaksi
2 Okt 2026 06:42
2 menit membaca

MAKASSAR,DAULATRAKYAT- Pemerintah Kelurahan Ballaparang terus berkomitmen mendukung program prioritas Wali Kota Makassar dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah. Lurah Ballaparang, Supianti, menegaskan pentingnya sinergi antara pihak kelurahan, pengurus RT/RW, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan mandiri.

​Supianti menjelaskan, saat ini pihak kelurahan mewajibkan seluruh warga untuk memilah sampah dari rumah tangga, khususnya memisahkan sampah organik dan anorganik. Selain itu, Kelurahan Ballaparang secara rutin melaporkan hasil penimbangan sampah organik harian sesuai arahan instruksi pihak kecamatan.

​”Memang mengajak warga untuk konsisten memilah sampah bukan hal yang mudah dan membutuhkan kesabaran. Oleh karena itu, kami bersama Satgas terus turun ke wilayah melakukan pemantauan dan sosialisasi,” ujarnya Kamis (02/10/2026) di Kantor Lurah Ballaparang Jalan Nikel Makassar.

​Selain pemilahan sampah, Lurah Ballaparang juga menekankan kedisiplinan jam membuang sampah, khususnya bagi warga dan pelaku usaha di sepanjang jalan poros, seperti Jalan A.P. Pettarani. Warga diimbau untuk mengeluarkan sampah pada sore hingga malam hari sesuai dengan jadwal lintasan kendaraan pengangkut sampah (Tangkasaki), guna mencegah terjadinya penumpukan sampah di pagi hari.

​Penguatan Infrastruktur Lingkungan dan Urban Farming

​Untuk mendukung pengolahan sampah dan ketahanan pangan skala lokal, Kelurahan Ballaparang kini telah didukung oleh berbagai fasilitas penunjang lingkungan, di antaranya:

​9 Unit Bank Sampah yang tersebar di berbagai wilayah RW untuk menampung sampah anorganik terpilah.

​15 Titik TEBA (Tempat Evaporasi Bahan Baku Organik) untuk penampungan sampah organik wilayah.

​Program Urban Farming yang telah berjalan di 6 wilayah RW dengan pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya tanaman sayuran (seperti sawi, pakcoy, terung, dan cabai), budidaya maggot, hingga peternakan ayam petelur.

​Sampah organik yang telah dipilah oleh warga nantinya diangkut oleh armada Tangkasaki menuju Bintang Lima untuk dimanfaatkan secara steril sebagai pakan ternak.

​Ia berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya dapat terus meningkat.

“Harapan saya partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan Bank Sampah dan Urban Farming tidak hanya menjadikan lingkungan lebih bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan manfaat pangan langsung bagi masyarakat setempat,”pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x