
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertamax, terus menuai sorotan dari berbagai pihak. Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Irma Sila, mengingatkan bahwa kebijakan nasional ini membawa dampak signifikan yang langsung dirasakan oleh warga, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah.
Menurut Irma, kenaikan harga BBM secara otomatis akan memicu efek domino terhadap melonjaknya harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar akibat meningkatnya beban biaya transportasi logistik.
Dampak Domino pada Kebutuhan Pokok
Irma Sila menjelaskan bahwa mobilitas barang sangat bergantung pada sektor transportasi. Oleh karena itu, riak kenaikan harga BBM dipastikan berimbas langsung pada daya beli masyarakat terhadap kebutuhan harian.
Itu pasti akan berpengaruh, karena semua barang-barang kan pasti transport. Dengan naiknya BBM ini, berimbas di kebutuhan pokok, bisa saja juga naik juga, ujar Irma saat memberikan tanggapannya mengenai dinamika ekonomi tersebut.
Meskipun pemerintah mulai mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu solusi alternatif jangka panjang untuk menghemat pengeluaran, Irma menekankan bahwa kajian mendalam terhadap kondisi riil masyarakat di daerah harus tetap menjadi prioritas utama sebelum kebijakan harga diketok oleh pemerintah pusat.
Desak Keseimbangan Pendapatan dan Lapangan Kerja
Sebagai wakil rakyat, Irma berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penyesuaian harga energi, tetapi juga jeli melihat indikator kesejahteraan masyarakat lainnya. Ia menilai kebijakan menaikkan harga BBM idealnya harus seimbang dan berjalan selaras dengan peningkatan tingkat pendapatan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah maupun pusat diharapkan mampu membuka dan memperluas lapangan pekerjaan secara masif. Langkah ini dinilai sangat penting guna memperkuat sekaligus menjaga ketahanan ekonomi warga di tengah tekanan inflasi yang sedang terjadi.
Instruksi untuk Dinas Perdagangan Kota Makassar
Merespons situasi nasional yang berdampak langsung ke daerah, Irma Sila melayangkan imbauan tegas kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Perdagangan serta instansi terkait lainnya, untuk segera mengambil langkah taktis di lapangan. Ia meminta agar program jaring pengaman stabilitas pangan yang sudah ada tidak sekadar berjalan formalitas, melainkan lebih dipertajam eksekusinya.
Dinas Perdagangan didesak untuk mengintensifkan pelaksanaan pasar pangan murah secara lebih luas agar manfaatnya langsung menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan. Di samping itu, pengawasan berkala di pasar-pasar tradisional juga harus ditingkatkan guna memantau pergerakan harga secara ketat demi mencegah lonjakan sepihak yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
”Himbauan saya kepada Dinas Perdagangan, tentunya apa yang telah dilakukan saat ini seperti pasar pangan murah, itu lebih betul-betul diintenskan lagi. Terus juga untuk memantau harga agar jangan sampai terjadi lonjakan yang mungkin bisa saja membuat masyarakat kaget dengan situasi itu, sehingga terjadi dampak-dampak yang kita tidak harapkan,” pungkas Irma Rabu (10/06/2026).


Tidak ada komentar