
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Suasana haru dan khidmat menyelimuti Hotel Claro Makassar pada Jumat (17/07/2026) saat berlangsungnya acara Wisuda Tahfidz Quran Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Di balik mahkota dan jubah wisuda yang dikenakan para santri, tersimpan cerita perjuangan luar biasa dari para orang tua yang berkomitmen membentuk karakter islami anak-anak mereka sejak dini.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Rizka Annisa, orang tua dari wisudawan Muh Aqilafif M. dan Ahmad Adam Ziyad. Di sela-sela prosesi wisuda, Rizka membagikan pengalamannya memindahkan sang anak dari sekolah umum ke RHIS demi mengejar kualitas hafalan dan akhlak yang lebih baik.
Perubahan Karakter dan Pembatasan Gadget
Rizka menceritakan bagaimana lingkungan sekolah di RHIS memberikan dampak yang sangat besar terhadap kebiasaan anaknya di rumah. Di tengah maraknya tantangan kecanduan gadget pada anak-anak zaman sekarang, sang anak justru tumbuh dengan kebiasaan yang jauh dari layar gawai.
”Sangat beda dari sekolah-sekolah lain. Mulai dari hafalannya, hingga kebiasaannya di rumah. Anak saya tidak pernah main game di HP, bahkan nonton TV pun jarang sekali. Waktunya lebih banyak digunakan untuk hafalan dan menjaga salat,” ungkap Rizka penuh syukur.
Ia juga menambahkan bahwa kedisiplinan ibadah sang anak meningkat drastis semenjak menempuh pendidikan di RHIS.
”Semenjak sekolah di Ranu (RHIS), salatnya terjaga, mulai dari salat Subuh hingga salat Duha, alhamdulillah semuanya bagus,” tambahnya.
Sempat Khawatir karena Status Siswa Pindahan
Sebagai siswa pindahan yang masuk atas rekomendasi kerabat, Rizka awalnya sempat merasa khawatir anaknya akan tertinggal. Namun, sistem pembelajaran yang suportif di RHIS membuat sang anak justru merasa sangat betah dan cepat beradaptasi.
”Padahal anak saya ini pindahan, tapi hafalannya luar biasa bisa bersaing dengan teman-teman bahkan kakak kelasnya. Dia sendiri yang minta sekali sekolah di sini. Hebatnya, tanpa perlu kita paksa belajar keras di rumah, hafalannya tetap terjaga karena bimbingan di sekolah sangat intensif,” jelasnya.
Menaruh Harapan Hingga Hafal 30 Juz
Melihat perkembangan positif tersebut, Rizka memantapkan niatnya untuk terus melanjutkan pendidikan anaknya di RHIS hingga jenjang berikutnya. Ia memegang prinsip bahwa bekal terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak adalah bekal akhirat.
”Insyaallah lanjut di Ranu terus. Harapan saya ke depan, semoga anak saya bisa menjadi hafiz yang menyelesaikan hafalan hingga 30 juz,” harap Rizka.
Di akhir wawancara, Rizka juga menitipkan pesan menyentuh bagi para orang tua lainnya tentang pentingnya memprioritaskan pendidikan agama di atas segalanya.
”Kalau kita kejar akhirat, dunia pasti akan mengikuti. Jangan hanya memikirkan dunianya saja, tapi harus akhiratnya. Tujuan utama kita memang ke sana,” tutupnya dengan senyum bahagia.


Tidak ada komentar