
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Kota Makassar resmi menjadi tuan rumah malam jamuan makan malam (Welcome Dinner) bertajuk “Jejak Rasa” yang merupakan bagian dari penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) keenam.
Acara yang berlangsung di Benteng bersejarah Fort Rotterdam ini diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi erat antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat hubungan internasional melalui media kuliner.
Gastronomi sebagai Jembatan Diplomasi Antarnegara
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Makassar untuk menyambut para duta besar dan perwakilan negara sahabat. Ia menekankan bahwa gastronomi memiliki kekuatan unik yang melampaui batas wilayah dan bahasa untuk menyatukan berbagai bangsa.
”Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam. Ini adalah perayaan persahabatan, budaya, dan diplomasi melalui makanan. Gastronomi memungkinkan kita berbagi cerita, tradisi, dan nilai-nilai,” ujar Munafri Arifuddin.
Wali Kota juga mengajak para tamu untuk mengeksplorasi Makassar lebih jauh melalui rangkaian Forum Bisnis, tur kota, dan pengalaman budaya. Harapannya, para delegasi dapat melihat potensi Makassar yang terus berkembang sebagai pintu gerbang Indonesia Timur sekaligus pusat perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan investasi. Ia juga mengaitkan antusiasme acara ini dengan momen Piala Dunia FIFA yang tengah berlangsung secara global, berharap semangat persatuan ajang tersebut menular dalam memperkuat hubungan antarbangsa.
Sementara itu Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, menjelaskan bahwa IGS merupakan inisiatif Kemenlu yang diluncurkan sejak tahun 2023.
Program ini telah berkembang menjadi platform strategis yang menghubungkan pemerintah daerah, komunitas, industri kreatif, dan mitra internasional.
Menurut Heru, Makassar dipilih sebagai lokasi IGS keenam karena kota ini menawarkan kombinasi menarik antara dinamisme ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan keunggulan kuliner yang luar biasa.
Kemitraan yang kuat antara Kemenlu dan Pemkot Makassar menunjukkan sinergi nyata antara aktor nasional dan lokal dalam keterlibatan internasional trans-Indonesia.
Kehadiran Tokoh Penting dan Korps Diplomatik
Acara jamuan berskala internasional ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan dan perwakilan dari berbagai negara, di antaranya:
Pemerintah Kota dan Daerah: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin selaku tuan rumah, didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar.
Parlemen dan Penggerak Komunitas: Ketua DPRD Makassar Bapak Supratman, serta Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ibu Melinda Aksa Mahmud bersama anggotanya.
Kementerian Luar Negeri: Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik R. Heru Hartanto Subolo, serta Penasihat Senior Menteri Luar Negeri Bapak Prasetyo Hadi.
Delegasi Internasional: Duta Besar, Korps Diplomatik, dan Konsul Jenderal yang mewakili 28 negara sahabat.
Negara Sahabat yang Hadir: Perwakilan dari Australia, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Bulgaria, Kamboja, Kosta Rika, Kuba, Etiopia, Fiji, Finlandia, Jepang, Laos, Malaysia, Meksiko, Belanda, Nigeria, Pakistan, Peru, Filipina, Polandia, Rwanda, Serbia, Tunisia, Ukraina, Uruguay, Venezuela, dan Zimbabwe.
Selama berada di Makassar, para delegasi internasional diajak merasakan langsung keramahan penduduk serta kekayaan sejarah maritim kota ini. Malam keakraban tersebut juga diisi oleh berbagai sajian seni budaya dan kuliner legendaris:
Sajian Kuliner khas Sulawesi Selatan: Para tamu menikmati hidangan tradisional ikonik yang kaya sejarah lokal, seperti Coto Makassar, Konro, Palubasa, hingga beraneka ragam makanan laut lezat.
Pertunjukan Seni dan Hiburan: Acara dimeriahkan dengan pertunjukan hebat, tarian tradisional khas, hingga suguhan atraksi sulap.
Interaksi Budaya Suasana diplomasi mencair ketika beberapa duta besar negara sahabat ikut berpartisipasi dan menari bersama dalam tarian indah yang disajikan.
Melalui pelaksanaan Welcome Dinner “Jejak Rasa” ini, hubungan bilateral antarnegara diharapkan semakin erat, sekaligus membuka peluang baru untuk kemitraan ekonomi dan investasi yang presentasinya akan dipaparkan pada agenda Forum Bisnis esok hari.


Tidak ada komentar