Lantik Massal Kepala SD-SMP Negeri se-Makassar,Walikota Makassar Tegaskan Integritas SPMB hingga Fasilitas Kapal Guru Pulau

Redaksi
23 Jun 2026 04:02
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan dengan menggelar pelantikan secara komprehensif dan massal bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Makassar.

Momentum ini menjadi sangat emosional lantaran pengukuhan kepala sekolah dengan legalitas kuat seperti ini baru kembali terlaksana setelah menanti selama 10 tahun.

​Dalam sambutannya, Walikota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan rasa bangga sekaligus mengingatkan para kepala sekolah terpilih bahwa jabatan yang diemban membawa tanggung jawab moral yang besar.

Munafri menegaskan bahwa para kepala sekolah yang dilantik merupakan figur-figur pilihan yang telah lolos melalui proses seleksi ketat, berlapis, objektif, dan transparan.

​Evaluasi Data Pegawai dan Tantangan Satu Dekade

​Walikota Munafri mengungkapkan secara transparan bahwa salah satu kendala utama yang menyebabkan penantian panjang hingga satu dekade ini adalah masalah akurasi data pegawai dan guru di tingkat satuan pendidikan. Beliau meminta agar tidak ada lagi kelalaian atau manipulasi dalam proses penjenjangan karier, seperti ketidakdisiplinan dalam mengunggah dokumen SK pegawai.

​”Jangan mengotori tugas mulia ini dengan perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya. Tugas ini menyangkut kehidupan, berikanlah pengabdian terbaik untuk menghasilkan generasi emas,” tegas Munafri dalam arahannya.

​Tiga Instruksi Strategis untuk Kepala Sekolah Baru

​Ada beberapa poin keseriusan yang dititipkan Munafri Arifuddin kepada para kepala sekolah baru demi melakukan akselerasi mutu pendidikan di Kota Makassar:

​1. Kawal Ketat SPMB 2026 Tanpa Praktik “Titip-Menitip”

​Memasuki masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Walikota menginstruksikan pengawasan ketat agar proses seleksi berjalan jujur, adil, dan penuh integritas. Munafri menegaskan tidak boleh ada praktik curang, budaya titip-menitip, maupun tindakan transaksional yang mencederai hak anak-anak. Sekolah harus menjadi laboratorium moral, bukan pasar tempat memperjualbelikan kebutuhan.

​2. Gerakan Pemilahan Sampah dan Penanaman Pohon

​Para kepala sekolah diwajibkan menghadirkan inovasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah dengan menyediakan tempat sampah organik dan non-organik. Anak-anak harus diajarkan sejak dini untuk memilah sampah, bahkan disarankan membawa dua jenis sampah dari rumah sebagai bentuk edukasi praktik. Selain itu, program penanaman pohon di seluruh sekolah juga menjadi instruksi wajib.

​3. Larangan Perpisahan Mewah yang Memberatkan Orang Tua

​Walikota Munafri dengan tegas melarang pihak sekolah mengadakan acara perpisahan yang bermewah-mewahan, terutama jika membebani atau meminta patungan dari orang tua murid. Sekolah diminta fokus pada pembentukan etika dan akhlak siswa, bukan pada kegiatan seremonial yang memberatkan keuangan keluarga.

​Fasilitas Kapal Transportasi untuk Sekolah Pulau Terluar

​Demi memastikan keadilan akses pendidikan, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin menjanjikan perbedaan insentif bagi para kepala sekolah dan guru yang bertugas di pulau-pulau terluar.

​Tak hanya itu, pada tahun ini pemerintah juga akan memfasilitasi moda transportasi berupa kapal khusus untuk mendukung operasional keseharian mereka. Fasilitas ini diberikan agar alur transportasi terakses dengan baik dan tidak ada lagi laporan mengenai tenaga pendidik yang jarang hadir atau pulang lebih cepat dari muridnya.

​Penerapan Kurikulum Akhlak dan Evaluasi Bulanan

​Ke depan, Pemkot Makassar tengah merancang penambahan pola kurikulum pendidikan akhlak dan muatan lokal (local content). Langkah ini diambil untuk mengembalikan tata krama, sikap saling menghargai, tepo seliro, dan semangat gotong royong pada generasi muda.

​Untuk mengawal seluruh target besar ini, Walikota Munafri menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan agar menggelar rapat koordinasi dan evaluasi secara rutin setiap bulan bersama seluruh kepala sekolah se-Kota Makassar. Langkah ini diambil guna mendudukkan setiap persoalan pendidikan secara detail dan dua arah demi mewujudkan fasilitas sekolah negeri terbaik di Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x