
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum forum internasional untuk memperkuat posisinya sebagai pintu gerbang utama Indonesia Timur.
Melalui ajang Gastro Diplomasi Seri Kedua yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjamu para duta besar dan diplomat asing yang berkunjung ke Kota Daeng dengan menyuguhkan kekayaan budaya serta kuliner khas Sulawesi Selatan.
Dalam jamuan makan malam tersebut, para tamu negara disajikan berbagai hidangan kuliner tradisional yang disusul dengan pertunjukan seni budaya, serta ditutup dengan pemutaran film dokumenter. Langkah ini disebut sebagai strategi pendekatan kultural (soft diplomacy) untuk mengenalkan potensi Makassar secara menyeluruh.
”Ini akan memberikan ruang yang sangat baik. Bukan hanya tentang mengenal Kota Makassar, tapi ini adalah bagian bagaimana Kota Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur mempersiapkan diri untuk menyambut berbagai macam bentuk investasi dan kegiatan-kegiatan lain,” ujar eks CEO PSM tersebut
Selanjutnya rangkaian acara tidak berhenti pada jamuan makan malam saja. Esok hari, Pemerintah Kota Makassar akan menggelar Business Forum yang turut mengundang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta sejumlah bupati dan wali kota dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Forum ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan daerah sekaligus mengekspos komoditas serta potensi unggulan yang siap diekspor ke luar negeri.
”Mudah-mudahan besok tidak hanya cuman business forum, tapi bisa menjadi ajang untuk shake hand (kesepakatan langsung). Artinya, peluang-peluang dari para pengusaha yang ada di Kota Makassar bisa bersambut dengan para duta besar dan tamu-tamu ekonomi yang datang,” tambahnya.
Empat Sektor Unggulan yang Ditawarkan
Pemerintah Kota Makassar telah memetakan beberapa sektor strategis yang siap disodorkan kepada para investor global, antara lain ada Sektor Pariwisata: Optimalisasi dan pengembangan wisata bahari di gugusan Kepulauan Spermonde.
Kedua Infrastruktur Kota: Peluang investasi pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur modern di Makassar.Ketiga Kawasan Industri yaknj Penyiapan lahan dan kawasan industri terpadu untuk pembangunan pabrik-pabrik baru dan keempat Transportasi Publik berupa kerja sama pengembangan jalur dan moda transportasi massal perkotaan.
Munafri juga menjelaskan bahwa setidaknya ada 16 negara yang dijadwalkan hadir dan duduk bersama untuk membahas peluang kolaborasi konkret ini.
“Jika investasi ini berhasil masuk ke daerah sekitar dengan Makassar sebagai penyangga utamanya (anchor), maka dampak pertumbuhan ekonomi yang positif juga akan langsung dirasakan oleh Kota Makassar,”paparnya.
Mengenai respons para tamu negara, Munafri mengungkapkan bahwa mayoritas duta besar baru pertama kali menginjakkan kaki di Makassar. Mereka memberikan impresi dan penilaian yang sangat positif, terutama mengenai cita rasa kuliner lokal yang diakui sangat lezat.
”Pendekatan melalui gastronomi ini efeknya tidak hanya untuk urusan makanan saja. Dari makanan, kita bisa mulai bicara soal culture (budaya), lalu masuk ke pembicaraan ekonomi, dan hal strategis lainnya,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya intensitas kegiatan internasional berskala besar di Makassar, Munafri optimistis hal ini akan menjadi stimulus yang kuat bagi perputaran ekonomi daerah dan membawa dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat luas.


Tidak ada komentar