
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar menyambut hangat kedatangan Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Pejabat Pemerintah Kota Makassar yang menyampaikan ucapan selamat datang tersebut menyatakan harapan agar Kota Makassar terus menjadi pusat perubahan dan menjadi kendaraan bagi PPP untuk kembali mengukuhkan posisinya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Lebih jauh, ia mengungkapkan rasa terhutang budi kepada PPP. Ia menceritakan pengalaman berharga dalam perjalanan politiknya, di mana selama tiga kali mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah, PPP telah dua kali menjadi pendukung utamanya. Namun, pada dua kesempatan tersebut ia justru mengalami kekalahan. Setelah tidak lagi didukung oleh PPP, ia akhirnya berhasil meraih kemenangan pada kontestasi berikutnya.
“Jadi itulah hutang saya kepada PPP. Oleh karena itu, saya berharap pada pemilu mendatang, kita bisa bersatu kembali untuk meraih kemenangan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ikatan persaudaraan dan kerja sama telah terjalin sejak hari ini. Ia juga menceritakan sejarah kerja sama yang terjalin sejak tahun 2018, di mana PPP bersama tokoh seperti Amir Uskara mendukung langkahnya. Meskipun pada saat itu mereka berhasil mengalahkan pesaing yang hanya berupa kotak kosong, namun rasa malu tetap dirasakan karena kekalahan itu terjadi hanya dari kotak kosong saja.
“Saya bahkan sempat tidak keluar rumah selama tujuh bulan karena rasa malu itu. Itu adalah bagian dari perjuangan yang sangat sensitif namun menjadi pelajaran berharga,” ungkapnya.
Pengalaman itu tidak membuatnya mundur. Pada tahun 2020, ia kembali mencalonkan diri dengan dukungan PPP. Bahkan saat masa pandemi Covid-19, ia tetap berjuang keras dan terus meminta dukungan dari pengurus partai. Meskipun kembali mengalami kekalahan, ia meyakini bahwa esensi perjuangan bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan keteguhan hati untuk terus berjuang demi kemenangan yang kelak diraih.
Pada tahun 2024, ia kembali mendekati PPP. Namun saat itu PPP telah memiliki calon sendiri yang ingin maju secara mandiri. Ia pun akhirnya menerima keputusan tersebut.
“Meskipun awalnya merasa berat, saya akhirnya menghargai keputusan tersebut. Dan Alhamdulillah, PPP tidak mengalami kekalahan, namun justru memberikan pelajaran berharga bagi para pemuda bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud dalam waktu singkat,” katanya.
Keberhasilan pun akhirnya diraih pada tahun 2024, ketika ia dan timnya berhasil memenangkan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Ia menuturkan bahwa dalam kurun waktu enam tahun, ia sudah tiga kali mencalonkan diri—suatu rekor yang unik di Indonesia, di mana biasanya seorang kandidat membutuhkan waktu hingga 15 tahun untuk mencapai titik tersebut.
Meskipun sempat mengalami kesulitan keuangan hingga hampir bangkrut, ia menegaskan bahwa nilai perjuangan jauh lebih besar daripada perhitungan materi. “Tidak ada hitungan dalam perjuangan. Yang ada adalah bagaimana kita mewakafkan diri demi kesejahteraan masyarakat Makassar,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Fraksi PPP di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar yang terus memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pembangunan.
“Terima kasih kepada seluruh fraksi PPP yang selalu berjalan seiring. Banyak pembangunan yang telah kita berikan kepada masyarakat, dan saya memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Jika ada anggota yang tidak bertanggung jawab, saya akan langsung menegur dan menghubungi Ketua Umum,” ucapnya.
Di akhir sambutan, ia kembali mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PPP yang telah dilantik dan berharap kerja sama yang terjalin akan semakin kuat ke depannya demi mewujudkan Kota Makassar yang lebih baik lagi bagi seluruh masyarakat.


Tidak ada komentar