
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pertemuan rutin tahunan bersama seluruh jejaring donor darah se-Sulawesi Selatan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulsel.
Ketua PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan YL, mengungkapkan bahwa tingkat kebutuhan darah di Sulawesi Selatan saat ini terbilang sangat tinggi.
“Kebutuhan darah per bulan di Sulawesi Selatan mencapai 16.000 kantong darah, di mana Kota Makassar saja membutuhkan kurang lebih sekitar 7.000 kantong darah setiap bulannya,”ungkapnya.
Menurut mantan bupati Gowa dua periode tersebut angkan kebutuhan darah yang sangat besar.
Adnan menegaskan, tanpa koordinasi yang solid antarjejaring, pemenuhan kebutuhan darah akan terus menghadapi kendala.
Ia berharap melalui pertemuan ini, PMI Sulsel berkomitmen meminimalisir celah kekurangan stok agar seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pelayanan darah dapat terlayani dengan baik.
Selain konsolidasi jejaring, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pendonor darah sukarela.
Sebanyak 90 pendonor yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 50 dan 75 kali menerima penghargaan langsung dari PMI Provinsi yang diserahkan langsung oleh Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta IYL.
Adnan menjelaskan bahwa penghargaan rutin diberikan sebagai bentuk penghormatan atas aksi kemanusiaan para pendonor.
Sementara itu, bagi pendonor yang telah mencapai 100 kali donor penghargaan Satyalencana akan diserahkan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Jakarta.
Beberapa tokoh masyarakat turut menerima penghargaan tersebut, di antaranya mantan Bendahara PMI Sulsel Haris Yasin Limpo hingga Musyafir Nu’mang. Musyafir diketahui telah aktif mendonorkan darah sejak berusia 17 tahun dan kini telah mencatatkan lebih dari 102 kali donor darah.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Sulsel, dr. A. Miranty FP, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), panitia donor, dan para pendonor sukarela.
Disebutkan bahwa saat ini, UDD PMI Sulsel mencatat partisipasi rutin masyarakat yang cukup positif dengan hadirnya rata-rata 25 hingga 30 pendonor baru setiap hari di kantor PMI.
Dengan capaian saat ini yang mampu memenuhi sekitar 4.000 kantong darah per bulan, UDD PMI Sulsel memasang target peningkatan hingga mampu memenuhi 5.000 sampai 6.000 kantong darah per bulan.
dr. Miranty menambahkan bahwa tanpa pendonor sukarela, PMI tidak akan bisa berjalan. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai kegiatan edukasi mengenai manfaat donor darah serta membangun ikatan (bonding) yang lebih kuat dengan para pendonor.
Terkait penganugerahan Satyalancana dari Presiden untuk kategori 100 kali donor, dr. Miranty menyebutkan agenda tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Desember di Jakarta.
“Kami siap mendampingi para kontingen pendonor asal Sulsel yang akan diberangkatkan ke ibu kota dan insha Allah akan hadir pula Pak Ketua Adnan Purichta IYL dan beberapa staf yang lain,”pungkasnya.
Acara dirangkaikan dengan talkshow dan tanya jawab.oleh Moderator dr. Henry Liemer Wijaya, Sp.PK dan Penanganan Reaksi Transfusi dr. Sri Hartaty, M.Biomed.



Tidak ada komentar