OJK: Investor Pasar Modal di Sulsel Tembus 693 Ribu, Didominasi Generasi Muda

Redaksi
7 Jul 2026 03:20
2 menit membaca

MAKASSAR, DAULATRAKYAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan mencapai 693.135 Single Investor Identification (SID) hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 67,34 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi.

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Investor pasar modal di Sulsel melonjak 67 persen, dengan generasi muda yang mendominasi minat terhadap investasi emas maupun berbagai instrumen keuangan,” ujar Muchlasin dalam keterangan persnya di Makassar, Minggu.

Menurutnya, peningkatan jumlah investor juga menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi yang aman dan memiliki potensi memberikan imbal hasil.

Muchlasin menjelaskan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi literasi keuangan dan perluasan akses layanan investasi yang terus dilakukan OJK bersama para pemangku kepentingan.

“Pertumbuhan jumlah investor menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” katanya.

Ia menegaskan, OJK akan terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat mampu berinvestasi secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.

Menurut Muchlasin, meningkatnya jumlah investor juga mencerminkan semakin baiknya pemahaman masyarakat terhadap manfaat berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal untuk mendukung pencapaian tujuan keuangan di masa depan.

Fenomena tersebut turut didorong oleh meningkatnya minat generasi muda yang semakin melek investasi. Berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, hingga emas menjadi pilihan masyarakat, dengan emas masih menjadi salah satu instrumen favorit karena dinilai relatif stabil dan mudah dipahami oleh investor pemula.

Muchlasin menilai tren positif ini menjadi modal penting dalam memperkuat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan. Semakin luasnya partisipasi masyarakat di pasar modal diharapkan dapat meningkatkan ketahanan finansial masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, OJK bersama pelaku industri jasa keuangan akan terus meningkatkan edukasi dan literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya semakin aktif berinvestasi, tetapi juga mampu memilih instrumen investasi yang legal, sesuai kebutuhan, dan sejalan dengan profil risiko masing-masing.

Dengan pertumbuhan investor yang terus meningkat, Sulawesi Selatan diharapkan menjadi salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pasar modal yang semakin kuat serta mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan membangun kesejahteraan jangka panjang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x