Kawal Program Prioritas Prabowo, Zulhas Minta Dermaga KNMP Untia Makassar Ditambah 20 Meter

Redaksi
5 Agu 2026 00:16
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).

​Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan KNMP yang merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas masyarakat nelayan.

​Zulhas menegaskan, kehadirannya di Makassar merupakan bentuk pengawasan ketat agar program strategis nasional tersebut dapat terealisasi secara efisien dan tepat sasaran.

​”Saya ditugasi Bapak Presiden, saya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan harus mengamankan agar program ini sukses. Ini instruksi langsung Bapak Presiden untuk memastikan program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan,” ujar Zulhas.

​Dalam peninjauan tersebut, Menko Pangan didampingi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan, anggota DPR RI Muhammad Fauzi Kahfi, serta sejumlah pejabat kementerian dan pemerintah daerah.

​Selama peninjauan, Zulhas menyusuri sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari jembatan shelter pendaratan ikan hingga ke ujung dermaga di sisi laut. Ia menilai kawasan KNMP Untia berfungsi sebagai penyangga penting dalam memangkas biaya operasional nelayan.

​Meski demikian, Zulhas memberikan catatan evaluasi terkait panjang dermaga dan docking kapal yang dinilai masih belum ideal saat air laut surut.

​”Jadi kalau kawasan penyangga itu ada bengkel nelayan, kantor pengelola, dan kios perbekalan. Memang cold storage tidak ada di sini, adanya di KNMP Hub. Namun, docking kapal di sini rupanya agak jauh kalau air sedang surut. Kayaknya kurang panjang, nanti dipanjangin lagi lah, tambah 20 meter,” jelasnya.

​Selain infrastruktur fisik, Zulhas juga menekankan pentingnya keterkaitan antara KNMP dan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan mulai beroperasi pada September mendatang. Skema integrasi ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pendapatan nelayan saat harga pasar ikan mengalami penurunan.

​Perhatian besar pemerintah pusat terhadap sektor ini menyasar target penguatan ekonomi nelayan secara bertahap pada periode 2026–2027. Menurut Zulhas, intervensi pemerintah sangat krusial mengingat tingkat kesejahteraan kelompok nelayan masih berada pada rentang ekonomi paling rentan.

​”Nelayan itu kelompok yang paling tidak makmur, berada di desil satu. Karena itu, peningkatan kesejahteraan mereka menjadi fokus utama intervensi pemerintah,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x