Aksi Bagi-Bagi Telur di DPRD Sulsel: Peternak Menjerit Pakan Mahal, Komisi B Siapkan RDP

Redaksi
10 Agu 2026 07:33
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Aliansi Peternak Rakyat Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan aksi bagi-bagi telur di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Senin (10/08/2026) di Halaman Kamtor sementara DPRD Sulsel.

Aksi ini dilakukan sebagai simbol keprihatinan atas melonjaknya harga pakan ternak yang tidak sebanding dengan harga jual telur di tingkat peternak mandiri.

​Perwakilan Peternak Rakyat Sulsel, Muhammad Thamrin, mengungkapkan bahwa dalam empat bulan terakhir para peternak dihadapkan pada tekanan biaya produksi yang sangat berat. Harga pakan pabrikan mengalami lonjakan tajam dari yang sebelumnya Rp410.000 per sak kini melambung hingga Rp485.000 sampai Rp495.000.

​”Harga pakan saja yang membuat kita menjerit. Dalam empat bulan terakhir naik dari Rp410.000 menjadi Rp495.000. Sementara di tingkat peternak, harga telur hanya dihargai Rp39.000 per rak, padahal di tingkat pengecer harganya bisa mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000,” ujar Muhammad Thamrin.

​Thamrin menambahkan, tingginya harga pakan tidak lepas dari ketergantungan bahan baku impor seperti bungkil kedelai. Oleh karena itu, para peternak mendesak pemerintah untuk meninjau kembali Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 57 Tahun 2015 terkait tata kelola impor pakan agar berpihak pada keberlangsung usaha peternak rakyat.

​Aspirasi dan aksi para peternak tersebut diterima langsung oleh jajaran anggota Komisi B DPRD Sulsel, di antaranya Zulfikar Limolang dan Andi Irwan Wirasasti. Pihak legislatif menegaskan komitmennya untuk segera merespons keluhan para peternak yang dinilai sangat krusial bagi ketahanan pangan daerah.

​Zulfikar Limolang menyatakan bahwa Komisi B DPRD Sulsel telah mencatat seluruh poin tuntutan peternak, khususnya mengenai disparitas harga telur dan lonjakan harga pakan yang memukul perekonomian peternak lokal.

​Sementara itu, Andi Irwan Wirasasti menegaskan bahwa DPRD Sulsel akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat untuk mengurai persoalan ini secara menyeluruh.

​”Kami agendakan secepatnya, diharapkan minggu ini RDP sudah bisa dilaksanakan. Kami akan mengundang seluruh dinas terkait, mulai dari Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), hingga pihak industri pakan ternak,” jelas Andi Irwan Wirasasti.

​Melalui RDP mendatang, DPRD Sulsel berharap dapat menemukan formula dan solusi konkret untuk menekan harga pakan serta menjaga stabilitas harga telur, sehingga peternak rakyat dapat terus bertahan tanpa membebankan masyarakat konsumen.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x