

BONE,DAULATRAKYAT- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus berupaya membentengi masyarakat dari jerat investasi bodong. Melalui kegiatan edukasi keuangan bertema “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, OJK Sulselbar hadir menyapa warga Kabupaten Bone, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, serta Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa literasi keuangan kini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara.
”Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Muchlasin.
Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, OJK terus memperketat pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), mendorong transparansi informasi, hingga memberantas aktivitas keuangan ilegal.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menyejahterakan masyarakat.
”Literasi keuangan memberikan manfaat nyata bagi individu. Hal ini dapat mendorong produktivitas UMKM, memperluas akses pembiayaan, memperkuat budaya menabung, serta melahirkan masyarakat yang mandiri,” terang Andi Yuliani.
Dalam sesi edukasi, OJK mengingatkan warga Bone untuk cermat saat menerima penawaran investasi, terutama yang marak beredar di media sosial. Masyarakat diimbau agar selalu memegang prinsip 2L (Legal dan Logis): memeriksa legalitas lembaga serta tidak tergiur iming-iming keuntungan tinggi yang tidak masuk akal dalam waktu singkat.
Melalui kegiatan ini, OJK Sulselbar dan Komisi XI DPR RI berkomitmen untuk terus berkolaborasi memperluas edukasi keuangan demi terciptanya masyarakat yang makin cerdas finansial serta perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar