Edukasi Mahasiswa UNAIR, OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata (RWA)

Redaksi
12 Okt 2026 18:45
2 menit membaca

SURABAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda untuk memahami peluang serta risiko tokenisasi aset nyata (Real World Assets/RWA) di tengah pesatnya perkembangan inovasi keuangan digital di Indonesia.

​Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 bertema “Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia” di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Senin (12/10/2026).

​Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, Cloud Computing, dan Distributed Ledger Technology (DLT) membuka peluang besar bagi sektor keuangan. Salah satu bentuk konkretnya adalah tokenisasi RWA, yaitu proses representasi digital atas aset nyata atau hak ekonomi menggunakan teknologi blockchain/DLT.

​”Indonesia memiliki peluang sangat besar. Saat ini sejumlah inovasi telah melalui mekanisme Sandbox OJK, seperti tokenisasi emas, tokenisasi surat utang negara, hingga tokenisasi manfaat properti,” jelas Adi.

​Meski demikian, Adi mengimbau para mahasiswa untuk tidak terjebak tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Ia menekankan pentingnya prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum berinvestasi pada aset digital.

​”Pastikan produk dan penyelenggaranya memiliki legalitas jelas dan jangan tergiur penawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Lakukan riset mandiri, pahami risikonya, dan jangan hanya ikut-ikutan,” tegas Adi.

​Wakil Rektor Bidang SDM UNAIR, Ardianto, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, perguruan tinggi berperan sebagai benteng kesadaran kritis mahasiswa agar dapat menilai peluang dan risiko inovasi digital secara bijak.

​Kegiatan DFL 2026 diikuti oleh sekitar 700 peserta secara hybrid. Melalui acara ini, OJK berkomitmen terus memperkuat literasi keuangan digital bersama akademisi dan pelaku industri demi mewujudkan ekosistem keuangan yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x