Minta Pemuda Tak Gengsi Berbahasa Daerah, Andi Bau Malik Tekankan Pentingnya Budaya Lokal

Redaksi
30 Sep 2026 03:59
2 menit membaca

MAKASSAR,DAULATRAKYAT-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) menggelar Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) ke-8 di Kota Makassar. Kegiatan megah ini dirangkaikan dengan peringatan 10 tahun berdirinya organisasi Matra sekaligus momentum perpisahan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang memasuki masa purna tugas sebagai ASN.

​Ketua Umum DPP Matra sekaligus Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik Baramamase Karaeng Kanjitanganna, menyampaikan bahwa gelaran festival budaya ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemerintah Kota Makassar.

​”Alhamdulillah, acara budaya ini sangat bagus nuansanya dengan pemerintah. Atas nama Ketua Umum, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Makassar, Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dan Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Andi Bau Malik di sela-sela kegiatan.

​Ia mengungkapkan, festival kali ini dihadiri oleh kurang lebih 20 perwakilan kerajaan dan kesultanan dari berbagai pelosok Nusantara. Di antaranya kehadiran Paduka Yang Mulia Mangkualam II dari Jawa, perwakilan Kesultanan Palembang, Raja Sukadana dari Kalimantan Barat, perwakilan Sulawesi Tenggara, Padang, Kalimantan Selatan, serta seluruh Raja, Puan, dan Datu se-Sulawesi Selatan.

​Meskipun menghimpun pemangku adat dari berbagai penjuru daerah, pertunjukan budaya pada malam tersebut difokuskan pada seni dan budaya khas Sulawesi Selatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan sarana memperkenalkan kekayaan adat lokal tuan rumah kepada para tamu Nusantara.

​Rangkul Generasi Muda dan Jaga Budaya Lokal

​Melalui momentum 10 tahun Matra ini, Andi Bau Malik memberikan imbauan khusus kepada generasi muda agar tidak mengikis identitas budayanya di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pemuda hari ini harus bangga dan aktif merawat tradisi serta bahasa daerahnya.

​”Melalui Matra, generasi muda kita rangkul untuk mencintai adat budayanya. Jangan terlalu terfokus atau ikut-ikutan budaya dari luar, tetapi marilah kita memperhatikan budaya lokal kita,” tegasnya Senin (28/09/2026) di Hotel Claro Makassar.

​Ia merujuk pada fenomena sosial di mana sebagian masyarakat daerah merasa gengsi menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai luhur kebudayaan seperti Siri’ na Pacce harus terus ditingkatkan.

​”Orang Sulawesi Selatan harus tahu dirinya, jangan gengsi berbicara bahasa daerah. Falsafah Siri’ na Pacce harus kita tingkatkan dan lestarikan bersama,” tambahnya.

​Andi Bau Malik berharap kegiatan Festival Adat Budaya Nusantara yang digelar secara berpindah-pindah di berbagai wilayah Indonesia ini dapat terus menjadi terobosan inspiratif dalam merawat persatuan bangsa berbasis pelestarian adat dan budaya Nusantara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x