

JAKARTA,DAULATRAKYAT-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Inisiatif ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data yang transparan, akurat, dan mudah diakses.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa pembiayaan UMKM dari sektor jasa keuangan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM di Indonesia mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan (year-on-year).
Sektor perbankan masih mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 82,62 persen. Sementara itu, sektor Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) mencatat pertumbuhan pesat sebesar 9,92 persen dengan pangsa 17,38 persen.
”Memperluas pembiayaan bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, berdaya saing, tangguh, serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi ekonomi nasional,” tegas Dian.
Dian menambahkan bahwa penyusunan laporan semesteran berbasis data terstruktur (granular data) ini penting untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran (evidence-based policy).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyambut positif terobosan OJK tersebut. Menurutnya, ketersediaan data pembiayaan yang mudah dipahami akan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan UMKM nasional.
Publikasi lengkap Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I 2026 kini dapat diakses secara bebas oleh publik melalui situs resmi OJK (data.ojk.go.id).


Tidak ada komentar