BEI Sulsel Paparkan Animo Investasi Tinggi, Jumlah Investor Muda di Sulsel Melonjak Drastis

Redaksi
29 Nov 2025 05:42
Ekonomi News 0 32
3 menit membaca

​MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Kepala Kantor Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Selatan, Fahmin Amirullah, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan pasar modal di wilayah di Sulawesi Selatan didorong oleh tingginya animo investasi, terutama dari kalangan muda.

​Dalam keterangannya kemarin, Fahmin Amirullah memaparkan sejumlah data dan proyeksi pertumbuhan, termasuk potensi kenaikan transaksi dan pengembangan produk baru seperti Carbon Trading.

Investor Muda Jadi Dominasi Pasar Modal

​Fahmin Amirullah menyoroti peningkatan signifikan jumlah investor, di mana pada tahun 2024, jumlah investor di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulselbartra) telah mencapai 342.463 orang. Angka ini melonjak tajam dari tahun 2005 yang kala itu baru mencapai 53.290.

​Secara demografi, data nasional menunjukkan bahwa hampir 60% investor berada pada rentang usia 18 hingga 30 tahun.

​”Hampir 60% usia 18 sampai 30 tahun (adalah) investor muda,” ujar Fahmin.

Sementara itu, investor berusia 40 tahun ke atas hanya menyumbang sekitar 15%.

​Pertumbuhan investor muda ini sebagian besar didorong oleh kerja sama BEI dengan perguruan tinggi/universitas. Di Makassar saja, BEI telah menjalin kemitraan investasi dengan 21 universitas.

Kinerja Transaksi dan IHSG

​Terkait kinerja transaksi, data per bulan di tahun 2023 menunjukkan volume transaksi mencapai 1,5 triliun Rupiah, dan diprediksi dapat mencapai hingga 40 triliun Rupiah pada tahun 2024. Peningkatan ini mengindikasikan adanya kenaikan transaksi hampir 100% dibandingkan tahun 2023.

​Pada tanggal 26 November, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai angka 8.600. Kenaikan IHSG ini, menurut Fahmin, mengindikasikan optimisme besar di pasar modal, yang salah satunya bisa dipicu oleh faktor internal emiten maupun faktor eksternal seperti kondisi politik dan ekonomi.

Proyeksi Kedepan dan Produk Baru: Carbon Trading

​Fahmin Amirullah memprediksikan bahwa pertumbuhan investor dan transaksi akan terjaga kedepannya karena animo masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal masih cukup tinggi dan besar.

​Salah satu produk baru yang turut diperkenalkan oleh BEI adalah Carbon Trading.

​”Carbon trading ini adalah memang sesuatu produk yang baru di Bursa Efek Indonesia… tujuannya adalah bagaimana transaksi yang ada di perdagangan karbon itu bisa dilakukan juga di Bursa Efek Indonesia,” jelas Fahmin.

​BEI telah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan kegiatan perdagangan karbon.

Saat ini, upaya sosialisasi dan edukasi terus dilakukan, khususnya kepada perusahaan-perusahaan yang berkontribusi terhadap carbon trading.

​Untuk menjaga momentum positif ini, BEI akan terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk perguruan tinggi dan media, untuk memastikan edukasi yang benar dan positif terkait mekanisme investasi, sehingga pasar modal tidak lagi menjadi “momok” bagi masyarakat.

​Adapun ibu-ibu sosialita di Sulsel Fahmin membeberakannya tidak secara spesifik,semua dirangkum dalam kategori usianya.Untuk kategori usia sendiri anak muda alias milenial  sendiri cukup signifikan di Sulawesi Selatan.

Adapun yang mau mendirikan platform digital perusahaan trading sebaiknya penuhi syarat di Bursa Efek Indonesia yang ada diJakarta, harus jelas dan harus mendapat izin dari otoritas jasa keuangan.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x