Antisipasi Lonjakan Pendaftar, Pemkot Makassar Perpanjang Simulasi SPMB hingga 21 Mei

Redaksi
14 Mei 2026 14:26
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Ahli Percepatan Digitalisasi terus mematangkan persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Guna memastikan sistem berjalan optimal dan ramah pengguna, masa simulasi pendaftaran yang semula dijadwalkan singkat, kini resmi diperpanjang hingga 21 Mei 2026.

​Tim Ahli Percepatan Digitalisasi Pemkot Makassar, Andi Gita Namirah Patigana, menjelaskan bahwa perpanjangan ini merupakan respons langsung atas antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

Selain itu, masa tambahan ini digunakan tim teknis untuk menyempurnakan alur pendaftaran berdasarkan masukan dari orang tua calon siswa.

​”Kami melihat antusiasme warga sangat besar, dan dari proses simulasi awal, ada beberapa flow atau alur yang perlu kita pertajam lagi agar lebih human-centric. Kami ingin memastikan saat pendaftaran resmi dibuka nanti, masyarakat tidak lagi merasa bingung,” ujar Andi Gita didepan awak media Kamis (14/05/2026) di Kopi Tiam.

​Penyempurnaan Alur dan Integrasi Data

​Dalam masa simulasi ini, fokus perbaikan mencakup integrasi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Sistem kini telah dibedakan secara otomatis: pengguna yang sudah memiliki NISN dapat langsung mengecek status untuk mendapatkan username dan password, sementara bagi yang belum memiliki NISN akan diarahkan melalui jalur pendaftaran akun terlebih dahulu.

​Andi Gita menambahkan bahwa timnya sangat terbuka terhadap aspirasi masyarakat. “Setiap kendala teknis di lapangan langsung kami lakukan penyesuaian. Tujuannya agar sistem ini nyaman digunakan oleh siapa saja, baik untuk jenjang TK, SD, maupun SMP,” imbuhnya.

​Fitur Zonasi dan Kanal Informasi

​Salah satu fitur unggulan yang diuji dalam simulasi ini adalah integrasi peta (maps) untuk jalur zonasi. Fitur ini dirancang membantu orang tua menentukan titik koordinat rumah secara akurat sesuai persyaratan domisili.

​Untuk meningkatkan layanan pengaduan, Pemkot Makassar juga berencana menyediakan grup komunikasi melalui WhatsApp atau Telegram. Wadah ini akan menjadi kanal cepat bagi masyarakat untuk memberikan umpan balik langsung serta mendapatkan penjelasan teknis dari tim di lapangan.

​Keamanan Sistem dan Antisipasi Server Down

​Menyadari potensi lonjakan trafik karena pendaftaran TK, SD, dan SMP dilakukan secara serentak, tim teknis telah melakukan langkah preventif yang ketat. Strategi utamanya adalah pemisahan infrastruktur server untuk masing-masing jenjang pendidikan guna meminimalisir risiko sistem lumpuh (down).

​”Kami sudah melakukan uji beban atau penetration test dengan kapasitas hingga tiga kali lipat dari perkiraan jumlah pendaftar. Dengan pemisahan server per jenjang, kami optimis sistem akan tetap stabil meskipun diakses oleh puluhan ribu pengguna secara bersamaan,”ungkap Andi Gita.

​Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu simulasi hingga 21 Mei mendatang untuk mengenali sistem dan memastikan data putra-putrinya siap sebelum tahap pendaftaran resmi dimulai.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x