Cegah Perilaku Menyimpang di Sekolah, Komisi D DPRD Makassar Desak DP3A Masifkan Sosialisasi

Redaksi
2 Apr 2026 07:04
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Komisi D DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk meningkatkan intensitas koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) guna membentengi pelajar dari ancaman perilaku menyimpang. Langkah ini dinilai mendesak menyusul mencuatnya berbagai isu terkait relasi tidak sehat di lingkungan sekolah.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, usai memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I Anggaran 2026 bersama jajaran DP3A di Gedung DPRD Makassar, Kamis (2/4/2026).

​Edukasi Serentak di Lingkungan Sekolah

​Ari Ashari menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh. Ia mendorong adanya instruksi khusus agar pesan-pesan edukasi mengenai bahaya perilaku menyimpang, termasuk pencegahan predator anak dan LGBT, disampaikan secara rutin di forum-forum sekolah.

​”Kami meminta DP3A berkoordinasi erat dengan Dinas Pendidikan. Jika perlu, setiap upacara bendera diumumkan secara serentak di seluruh sekolah mengenai bahayanya serta langkah pencegahannya,” ujar Ari.

​Menurutnya, pemahaman dini sangat krusial karena banyak pelajar yang belum menyadari potensi bahaya di sekitar mereka. Edukasi ini bertujuan agar siswa mampu menjaga diri dari bentuk-bentuk penyimpangan maupun ancaman tindakan predator, baik yang melibatkan sesama rekan sebaya maupun antara murid dan oknum tenaga pendidik.

​Inovasi Sosialisasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

​Dalam rapat tersebut, Komisi D juga menyoroti kendala anggaran yang dialami DP3A. Meski demikian, Ari mengapresiasi langkah taktis yang direncanakan instansi tersebut untuk tetap menjalankan program edukasi meski dengan sumber daya terbatas.

​”Meskipun anggaran terbatas, DP3A berencana membagikan materi edukasi melalui selebaran ke sekolah-sekolah. Nantinya, materi tersebut akan dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga pesan ini tersampaikan langsung kepada seluruh siswa, guru, dan wali kelas,” tambahnya.

​Harapan untuk Perlindungan Anak yang Lebih Baik

​Melalui sosialisasi yang masif dan terstruktur, DPRD Makassar berharap tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman dan sehat. Kesadaran kolektif dari pihak sekolah dan orang tua menjadi kunci utama dalam memutus rantai perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial dan perlindungan anak.

​”Dengan edukasi yang tepat, kita ingin anak-anak kita lebih waspada dan mampu memproteksi diri mereka sendiri dari berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar,” tutup politisi dari Partai NasDem tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x