DPMPTSP Makassar Fasilitasi 37 Peluang Bisnis dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026

Redaksi
30 Jun 2026 06:58
3 menit membaca

MAKASSAR, DAULATRAKYAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berhasil membukukan 37 peluang bisnis (business lead) dari perwakilan diplomatik negara yang hadir dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung pada 25–26 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri 41 delegasi dari 28 negara.

Capaian itu diperoleh melalui sesi Business Forum dan Business-to-Business (B2B) Matching yang mempertemukan 20 perusahaan dan UMKM lokal dengan para delegasi asing.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengatakan hasil tersebut menjadi bukti bahwa forum diplomatik yang digelar Pemkot Makassar mampu membuka akses pasar internasional sekaligus menarik minat investor terhadap potensi daerah.

“Dari hasil business matching yang difasilitasi DPMPTSP, tercatat 37 peluang bisnis dari 13 negara. Bahkan, empat sampai delapan negara di antaranya telah menunjukkan prospek yang sangat konkret menuju kerja sama bisnis,” ujar Mario di Makassar, Senin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian IGS 2026 yang mengusung tema “Diplomasi Maritim: Menyatukan Dunia, Menjaga Perdamaian”. Forum ini diikuti delegasi dari 31 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan 10 negara sahabat.

Dari puluhan peluang bisnis yang tercatat, terdapat empat kerja sama prioritas yang kini memasuki tahap penjajakan lanjutan. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan kopi dan jaringan coffee shop di Fiji oleh Kopi Leluhur, rencana joint venture industri gula aren antara PT Clemira Sukses Bersama dan mitra dari Fiji, serta transaksi produk fesyen Zaini Hijab Makassar dengan pembeli asal Nigeria yang berlanjut pada pembahasan nota kesepahaman (MoU).

Selain itu, terdapat penjajakan ekspor produk perikanan PT Manara Atha Samudera ke Tunisia.

Mario mengatakan produk kopi asal Sulawesi Selatan menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati para delegasi.

“Produsen seperti TOARCO Jaya, Kopi Leluhur, Kandora Coffee, dan Kopi Setia menarik perhatian perwakilan Filipina, Ukraina, Venezuela, Fiji, Laos, Kuba, hingga Tunisia,” kata Mario.

Menurut dia, delegasi Ukraina bahkan menyampaikan minat untuk mengimpor green coffee bean dan meminta informasi lebih lanjut untuk diteruskan kepada para importir di negaranya.

Selain kopi, komoditas rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga juga mendapat respons positif dari delegasi Ethiopia, Meksiko, Nigeria, dan Tunisia.

Produk makanan laut (seafood) serta fesyen lokal berbasis budaya Makassar turut diminati. Bahkan, salah satu transaksi pembelian produk fesyen dilakukan langsung oleh delegasi Nigeria selama forum berlangsung.

Sebagai tindak lanjut, DPMPTSP Kota Makassar akan menyerahkan kompilasi empat peluang bisnis prioritas kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk diteruskan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Fiji, Nigeria, dan Tunisia.

“Para pelaku usaha juga diminta segera mengirimkan katalog, profil perusahaan, serta sampel produk kepada calon mitra sebelum 1 Juli 2026 guna mempercepat realisasi kerja sama yang telah terjalin,” ujar Mario.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x