Kota Makassar Raih Penghargaan Hardiknas 2026, Munafri Tegaskan Semua Anak Wajib Sekolah

Redaksi
27 Mei 2026 10:20
3 menit membaca

JAKARTA.DAULATRAKYAT.Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas akses pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah kembali mendapat pengakuan tingkat nasional.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, kota ini berhasil meraih Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun yang diserahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta,

Senin (25/5/2026) malam. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan pemerintah pusat atas keseriusan dan langkah nyata Pemkot Makassar memperkuat kebijakan wajib belajar yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah hingga 12 tahun pendidikan dasar dan menengah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh elemen dunia pendidikan di Makassar, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga para peserta didik.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua dan anak‑anak didik kita di Kota Makassar, karena ini adalah hasil kerja keras bersama,” ujar Munafri yang akrab disapa Appi.

Ia menegaskan, kebijakan wajib belajar 13 tahun bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang putus sekolah atau terhalang mengakses pendidikan.

“Kita ingin mencetak generasi masa depan Makassar yang cerdas dan berkarakter. Tidak boleh ada lagi anak di kota ini yang kehilangan haknya untuk belajar,” tegasnya.

Berbagai Langkah Nyata Dijalankan

Selama memimpin, Pemkot Makassar terus memajukan sektor pendidikan melalui peningkatan anggaran, pemerataan fasilitas sekolah, hingga berbagai program pendukung. Salah satu langkah strategis yang diluncurkan pada peringatan Hardiknas Mei lalu adalah pembentukan Tim Relawan Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah, yang bertugas menjaring dan mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan.

Perhatian khusus juga diberikan bagi tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terluar dan kepulauan, dengan pemberian insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Selain itu, dukungan terhadap dunia pendidikan juga diperkuat melalui kerja sama dengan sektor swasta dan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah.

Pemkot juga terus menjaga keseimbangan antara pembangunan sekolah negeri dan dukungan bagi sekolah swasta. Melalui kerja sama yang terjalin, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan dukungan bantuan biaya pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi fokus utama, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sehat bagi warga belajar maupun tenaga pendidik.

Pemerintah juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kelas penyetaraan, sehingga anak yang sempat putus sekolah tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikannya.

“Semua anak harus sekolah. Pemerintah memastikan hal ini lewat berbagai kebijakan dan program yang disusun, termasuk bagi mereka yang sempat tidak bersekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Appi.

Komitmen Layanan Pendidikan Inklusif

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja sama hingga penghargaan ini berhasil diraih. Ia menegaskan jajarannya terus berkomitmen menyelenggarakan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh warga kota, guna melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

“Kami berkomitmen penuh menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas untuk seluruh warga Makassar, sebagai bekal menyongsong masa depan yang lebih baik,” tutup Achi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x