Peringati Hari Asyura, Walikota Munafri Arifuddin Lantik Imam Kelurahan dan Dorong Optimalisasi Fungsi Masjid

Redaksi
25 Jun 2026 14:10
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri peringatan Hari Asyura (10 Muharram) yang dirangkaikan dengan pelantikan para imam kelurahan di Masjid Al Markaz Al Islami. Momentum penuh berkah ini juga diisi dengan kegiatan buka puasa bersama yang mempererat tali silaturahmi antar-tokoh agama se-Kota Makassar.

​Selain para imam kelurahan yang resmi dilantik oleh pemerintah kota, acara ini turut dihadiri oleh para mubalig, imam masjid, pemandi jenazah, serta para guru mengaji.

​Tanggung Jawab Besar Imam: Jiwa Kepemimpinan dan Melek Digital

​Dalam sambutannya, Walikota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa amanah yang diemban oleh para imam kelurahan yang baru saja dikukuhkan bukanlah tugas yang ringan. Jabatan ini membawa tanggung jawab moral yang besar kepada umat serta pelaksanaan syariat agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah.

​Munafri menyampaikan bahwa seorang imam di era modern tidak boleh hanya dinilai dari kemerduan suaranya atau kelancaran dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

​”Di dalam diri seorang imam, harus mampu dihadirkan jiwa kepemimpinan yang kuat dan jiwa sosial yang besar. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,” ujar Munafri.

​Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya adaptasi para tokoh agama terhadap perkembangan zaman, di antaranya:

​Wawasan Digital: Imam harus mampu membuka wawasan dan mengikuti arus digitalisasi saat ini.

​Kemampuan Manajemen: Tokoh agama dituntut tampil sebagai figur yang paham tata kelola dan manajemen kemasyarakatan.

​Menjadikan Masjid sebagai Pusat Solusi Umat

​Selain peran individu para imam, Walikota Makassar juga menyoroti pentingnya reposisi fungsi masjid di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, fungsi masjid saat ini harus diperluas dan tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah salat lima waktu saja.

​Masjid diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial untuk menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah sekitarnya, dengan fokus pada:

​Pemberdayaan Sosial: Menjadi tempat untuk mengidentifikasi dan membantu warga di sekitar masjid yang kurang beruntung.

​Ruang Diskusi Kebajikan: Mengajak masyarakat berkumpul di masjid untuk membicarakan solusi atas masalah lingkungan.

​Perekat Silaturahmi: Memastikan warga di sekitar masjid hidup saling memperhatikan dan peduli satu sama lain.

​Doa Bersama demi Makassar yang Aman dan Sejahtera

​Menjelang waktu berbuka puasa, Munafri mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan waktu mustajab tersebut demi saling mendoakan, khususnya untuk keselamatan dan keberkahan Kota Makassar.

​Beliau berharap dengan ikhtiar bersama dan untaian doa dari para tokoh agama, Makassar dapat menjelma menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun gofur.

​”Saya memohon kepada seluruh hadirin untuk tidak henti-hentinya mendoakan Kota Makassar agar senantiasa dijauhkan dari marabahaya, bencana alam, bala, maupun wabah penyakit. Tidak ada yang mampu mengubah keadaan kita selain ikhtiar dan doa kita bersama,” pungkasnya menutup sambutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x