

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar terus mengawal pelaksanaan program kebersihan pilah sampah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Selain fokus pada isu lingkungan, perhatian juga tertuju pada penataan birokrasi, khususnya pengisian kekosongan jabatan di sejumlah kantor kelurahan se-Kota Makassar.
Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Fahlevi, mengungkapkan bahwa tanggapan serta kinerja para camat dalam mengawal program pilah sampah menunjukkan tren positif dibanding awal dimulainya program pada awal bulan.
”Tanggapan teman-teman camat sudah lebih baik dari awal pada tanggal 1 lalu. Memang butuh proses dan waktu untuk mengubah suatu kebiasaan di tengah masyarakat. Namun, progresnya menurut laporan para camat sudah cukup baik,” ujar Andi Fahlevi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar.
Ia menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah konsistensi dalam memberikan edukasi kepada warga. Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah tidak dapat terjadi secara instan.
”Sisa memang butuh beberapa sosialisasi lagi, penambahan pengertian, dan penyampaian yang lebih intensif kepada masyarakat agar hasilnya bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Terkait adanya keluhan atau komplain yang muncul dari warga selama masa transisi ini, Andi Fahlevi menilainya sebagai hal yang lumrah. Penyesuaian terhadap regulasi atau kebiasaan baru di tingkat tapak membutuhkan adaptasi secara bertahap.
”Kalau ada komplain masyarakat, itu wajar. Mengubah kebiasaan yang sudah berlangsung sekian puluh tahun itu memang susah. Tapi minimal harus tetap kita laksanakan, harus ada progres, dan harus ada perbaikan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai wilayah atau kecamatan yang paling optimal menerapkan program ini, ia mengaku belum bisa memberikan penilaian secara terburu-buru. Mengingat pelaksanaan program baru berjalan sekitar satu hingga dua minggu, evaluasi mendalam baru bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
”Ini kan baru berjalan sekitar satu-dua minggu, belum cukup satu bulan. Jadi kita belum bisa melihat secara menyeluruh daerah mana yang terbaik. Kita tunggu perkembangan dalam satu hingga dua bulan ini,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Andi Fahlevi menyampaikan imbauan kepada seluruh jajaran camat dan pihak Pemkot Makassar untuk terus menjaga ritme kerja serta menyiagakan pelayanan di wilayah masing-masing, termasuk mengawal pengisian posisi jabatan kelurahan yang masih kosong agar pelayanan publik tidak terganggu.
”Kita berharap teman-teman camat tetap terus bekerja secara maksimal dan jaga semangat. Semoga program ini ke depan bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Makassar,” pungkasnya


Tidak ada komentar