SPMB Kota Makassar 2026: Jalur Penerimaan Berbeda Setiap Jenjang, Ini Rincian Waktunya

Redaksi
10 Jun 2026 07:17
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Dinas Pendidikan Kota Makassar telah membuka tahap awal Seleksi Penerimaan Murid Baru atau SPMB tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran akun berlangsung mulai tanggal 8 hingga 13 Juni, sebelum dilanjutkan ke tahap pendaftaran jalur penerimaan selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Sulaeman, menjelaskan bahwa setelah masa pendaftaran akun selesai, proses akan dilanjutkan dengan pendaftaran jalur non-domisili yang dimulai pada minggu depan, tepatnya tanggal 15 Juni. Jalur ini meliputi jalur prestasi baik akademik maupun non-akademik, jalur mutasi, dan jalur afirmasi. Setelah pengumuman hasil seleksi keluar, barulah dibuka pendaftaran serta daftar ulang untuk jalur domisili yang dijadwalkan berlangsung dua minggu kemudian.

Pembagian jenis jalur penerimaan ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang dituju. Untuk jenjang PAUD hanya tersedia jalur afirmasi dan jalur domisili. Sementara jenjang Sekolah Dasar atau SD memiliki tiga jalur, yaitu jalur mutasi, afirmasi, dan domisili.

Berbeda dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama atau SMP yang menyediakan seluruh jalur penerimaan secara lengkap, meliputi prestasi, mutasi, afirmasi, dan domisili.

Menurut Achi Sulaeman, pemberian waktu pendaftaran yang cukup panjang bertujuan agar masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan dengan matang dan memaksimalkan peluang bagi anaknya, sehingga kuota daya tampung sekolah dapat terpenuhi secara optimal dan merata. “Kami berikan waktu yang cukup agar warga bisa melihat peluang dengan cermat, baik di jalur domisili maupun non-domisili,” ujarnya.

Berbagai kemudahan juga disiapkan bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses sistem pendaftaran secara daring. Tim bantuan atau helpdesk disediakan di kantor Dinas Pendidikan maupun di setiap sekolah tujuan.

Selain itu, akses informasi dan pendaftaran dapat dijangkau melalui media sosial resmi seperti Instagram, WhatsApp, dan Telegram. Kode pemindai atau QR juga telah dipasang di titik-titik strategis di seluruh wilayah kota untuk memudahkan akses langsung.

Kemudahan yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan. Mereka dapat mendaftar secara daring maupun datang langsung ke sekolah terdekat untuk mendapatkan bantuan pendaftaran secara luring.

Sosialisasi dan uji coba sistem pendaftaran ini sendiri sudah dimulai sejak bulan Mei, sehingga antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Hingga dua hari pertama masa pendaftaran akun dibuka, jumlah pendaftar sudah tercatat cukup banyak.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x