Transformasi Emas Era AI: Pegadaian SulSelBarRa dan Maluku Tawarkan “Gold Experience”

Redaksi
14 Agu 2026 12:26
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dinamika ekonomi global telah mengubah perilaku konsumen secara fundamental. Di tengah tantangan inflasi dan fluktuasi nilai mata uang, masyarakat kini tak sekadar membutuhkan akses keuangan yang cepat, tetapi juga kepastian serta rasa aman atas aset yang dimiliki.

​Merespons tantangan tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulSelBarRa dan Maluku menguatkan komitmennya untuk memimpin transformasi pelayanan berbasis Marketing 7.0—sebuah konsep pemasaran modern yang memadukan keunggulan teknologi AI dengan sentuhan empati kemanusiaan (human touch).

​Regional CEO PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa dan Maluku, Pratikno, menyampaikan bahwa Pegadaian kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyelesaian masalah keuangan saat terdesak (crisis-driven). Lebih dari itu, Pegadaian telah bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat dalam mengelola peluang dan portofolio keuangan (opportunity-driven).

​”Transformasi utama kami adalah bergeser dari sekadar Gold Access menjadi Gold Experience. Kami tidak hanya menjual produk emas atau memberikan pinjaman, melainkan menciptakan pengalaman menyeluruh bagi nasabah dalam mengamankan dan mengembangkan aset secara mudah, aman, dan relevan,” ujar Pratikno di Makassar.

​Integrasi Seamless Experience: Dari Digital ke Akses Fisik

​Melalui aplikasi digital Tring!, Pegadaian memperluas inklusi keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sulawesi hingga Maluku. Menabung emas kini sangat terjangkau, dimulai dari nominal Rp10.000. Nasabah juga dapat memanfaatkan fitur cicil emas, pembiayaan, hingga transaksi jual-beli dan gadai secara instan langsung dari ponsel.

​Untuk melengkapi ekosistem digital tersebut, Pegadaian menghadirkan inovasi ATM Emas. Inovasi ini memungkinkan saldo emas digital yang tercatat di aplikasi Tring! untuk dicetak menjadi emas batangan fisik secara langsung hanya dalam waktu 1 hingga 3 menit.

​Sebagai tahap awal (piloting), layanan ATM Emas di Kota Makassar baru tersedia di Kantor Cabang Malimongan Baru, dan direncanakan akan hadir secara bertahap di kota-kota lainnya.

​”Inilah yang kami sebut sebagai Seamless Gold Experience. Aksesnya cepat di layar ponsel, namun wujud fisik asetnya tetap nyata dan aman berada di genggaman nasabah sebagai Financial Safety Net atau jaring pengaman finansial keluarga,” jelas Pratikno.

​Presisi Pelayanan Berbasis Kecerdasan AI

​Di balik kemudahan layanan tersebut, Pegadaian memanfaatkan platform kecerdasan buatan internal yang terintegrasi dengan sistem Customer Relationship Management (CRM) dan analitik data terpadu.

​Sistem AI bertugas mengolah data perilaku, preferensi, dan kebutuhan nasabah untuk menghasilkan segmentasi pasar yang presisi (AI Segmentation). Dengan demikian, penawaran produk tidak lagi bersifat masal, melainkan sangat personal dan sesuai dengan momentum kebutuhan masing-masing individu (Right Offer, Right Customer, at the Right Moment).

​”Teknologi AI membantu kami memahami nasabah secara lebih mendalam. Kami ingin memastikan setiap solusi keuangan yang kami tawarkan benar-benar memberikan nilai tambah (meaningful value) bagi rencana masa depan keluarga Indonesia,” tambah Pratikno.

​Melalui sinergi aplikasi Tring!, kemudahan ATM Emas, dan presisi teknologi AI, PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa dan Maluku optimistis dapat terus meningkatkan literasi keuangan, memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan, serta membawa wilayah Sulawesi dan Maluku menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x