Hadiri Tudang Sipulung HUT Bosowa Ke 53,Munafri Arifuddin: Dari ‘Good Governance’ Menuju ‘Impactful Governance’ dalam Satu Tahun Kepemimpinannya

Redaksi
22 Feb 2026 03:28
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk membawa transformasi besar dalam tata kelola pemerintahan di tahun kedua masa jabatannya. Setelah fokus pada pembenahan administrasi, kini arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar akan bergeser menuju impactful governance atau pemerintahan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

​Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Appi ini saat menghadiri acara Tudang Sipulung Bosowa yang dirangkaikan dengan buka puasa dan tarawih bersama di Gedung Balai 45, Kampus Unibos Makassar, Minggu (22/2/2026).

​Capaian Ekonomi di Atas Nasional

​Di hadapan pendiri Bosowa Group HM Aksa Mahmud dan jajaran pimpinan daerah, Munafri memaparkan rapor positif satu tahun kepemimpinannya. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol adalah pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,39 persen.

​”Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, tingkat inflasi berhasil kita jaga di bawah 2,5 persen. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kita bangun selama satu tahun terakhir berjalan di jalur yang benar,” ungkap Munafri.

​Pilar ‘Impactful Governance’

​Munafri menjelaskan bahwa memasuki tahun kedua, standar keberhasilan pemerintah tidak lagi hanya diukur dari ketertiban administrasi semata (good governance), melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.

​”Pemerintahan yang baik tidak cukup hanya tertib secara administrasi. Ke depan, yang kami dorong adalah bagaimana setiap kebijakan benar-benar berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Inilah yang kami sebut sebagai impactful governance,” tegas mantan CEO PSM Makassar tersebut.

​Sinergi dengan Sektor Swasta

​Dalam acara yang juga memperingati HUT ke-53 Bosowa tersebut, Munafri memberikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan kota. Ia mengenang masa lalunya saat masih aktif di dunia korporasi sebagai tempatnya belajar nilai-nilai kepemimpinan yang kini ia terapkan dalam memimpin Makassar.

​”Saya banyak belajar tentang manajemen dan profesionalisme di Bosowa. Nilai-nilai itu yang saya bawa ke pemerintahan agar sistem kita lebih adaptif. Namun, saya tegaskan posisi itu sudah saya lepaskan sepenuhnya demi menjaga amanah sebagai Wali Kota agar tidak mencampuradukkan urusan pemerintah dan perusahaan,” jelasnya.

​Ia mengajak dunia industri dan perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui program-program CSR maupun inovasi berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif.

​Harapan untuk Keberlanjutan

​Acara yang penuh kehangatan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara Pemkot Makassar, akademisi, dan dunia usaha terus terjaga. Munafri berharap korporasi besar seperti Bosowa terus menjadi motor penggerak ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya di Makassar tetapi juga di skala nasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x