Perkuat Kesejahteraan Rakyat, OJK, LPS, dan BPS Gelar Survei Literasi Keuangan Nasional 2026

Redaksi
11 Feb 2026 12:57
News 0 4
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memetakan akses dan pemahaman keuangan masyarakat sebagai basis kebijakan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa tahun ini memiliki nilai strategis karena adanya sinergi baru antara tiga lembaga utama sesuai amanat UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

“Ada yang berbeda tahun ini, tentu saja karena keterlibatan LPS. Ini merupakan sinergi dan kolaborasi nyata antara OJK, LPS, dan BPS,” ujar Friderica saat memantau pelaksanaan survei di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

Loncatan Jumlah Responden dan Skala Data

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SNLIK 2026 mencatatkan peningkatan skala pendataan yang sangat signifikan. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa jumlah sampel responden meningkat tujuh kali lipat.

“Tahun lalu sampel kita hanya 10.000, sekarang menjadi 75.000 responden. Dengan jumlah ini, kita dapat memperluas basis analisis hingga ke tingkat provinsi,” jelas Anggito.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa perluasan sampel ini memungkinkan Indonesia memiliki Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan yang akurat di 38 provinsi. Hal ini krusial agar pemerintah daerah mengetahui posisi serta tantangan unik di wilayah masing-masing.

Detail Pelaksanaan Lapangan
Survei masif ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 18 Februari 2026. Berikut adalah poin-poin teknis pelaksanaannya:

Target Peserta: 75.000 responden berusia 15–79 tahun.

Cakupan Wilayah: 38 provinsi, mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Metode: Wawancara tatap muka menggunakan aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Personel: Melibatkan 2.744 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 1.016 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Amalia mengimbau masyarakat untuk menyambut petugas dengan terbuka. Beliau menjamin bahwa seluruh data pribadi dan jawaban responden dijaga kerahasiaannya sesuai standar hukum yang berlaku.

Mengejar Target Indonesia Emas 2045
Data yang dihasilkan dari SNLIK 2026 akan menjadi cerminan kondisi keuangan masyarakat sepanjang tahun 2025. Hasil ini juga menjadi instrumen penting untuk memantau pencapaian target pembangunan nasional:

Target 2029 (RPJMN): Literasi keuangan sebesar 69,35% dan inklusi keuangan 93,00%.

Target 2045 (RPJPN): Inklusi keuangan nasional dipatok mencapai 98,00%.

Sebagai langkah nyata mencapai target tersebut, OJK terus menggalakkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Program ini berkolaborasi dengan berbagai sektor mulai dari perbankan, pasar modal, hingga asuransi guna memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses ke produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya secara mendalam

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x