Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modal Dorong Pertumbuhan

Redaksi
7 Jul 2026 03:10
Bisnis News 0 7
2 menit membaca

JAKARTA.DAULATRAKYAT.Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Juli 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga di tengah ancaman geopolitik dan tekanan inflasi.

Perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Kendati mengatakan, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru.

Indikator perekonomian global di atas ekpektasi pasar, namun mengalami divergensi antarnegara di tengah tekanan inflasi yang meningkat. Amerika Serikat cenderung tangguh dengan pasar tenaga kerja yang solid namun mengalami kenaikan inflasi, sementara Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta. Di Eropa, aktivitas ekonomi masih tertahan oleh permintaan yang lemah meskipun sektor manufaktur mulai membaik.

Pada bulan Juni 2026, OECD dan Bank Dunia merevisi ke bawah prospek pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 2,8 persen dan 2,5 persen, namun berpotensi semakin menurun jika konflik kembali meningkat atau gangguan pasokan komoditas energi berlangsung berkepanjangan.

Prospek pertumbuhan yang masih dibayangi lemahnya permintaan global, perlambatan perekonomian Tiongkok, serta meningkatnya prospek yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, mempengaruhi selera risiko investor global di pasar keuangan.

Di dalam negeri, indikator ekonomi termoderasi di tengah mulai meningkatkan tekanan inflasi. Sementara itu, PMI manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit dan cadangan devisa menurun, namun stabilitas tetap terjaga melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan meredamnya tekanan eksternal dan respons kebijakan yang memadai.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x