APINDO Gelar Rakerkonas XXXV di Makassar, Dorong Investasi Indonesia Timur dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Redaksi
31 Jul 2026 04:39
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) akan menyelenggarakan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV pada 3–5 Agustus 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengusung semangat penguatan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global, forum ini difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan investasi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur.

Rakerkonas kali ini menghadirkan agenda khusus Business Investment Forum and Expo yang berfungsi sebagai wadah pencocokan peluang usaha. Forum ini akan mempertemukan langsung para kepala daerah, duta besar negara sahabat, serta investor nasional dan internasional untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.

Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, menyampaikan bahwa pemilihan Makassar sebagai lokasi pelaksanaan memiliki nilai strategis yang tinggi bagi peta perekonomian nasional. “Makassar bukan sekadar tuan rumah, melainkan pintu gerbang utama rantai pasok dan logistik untuk seluruh wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Suhardi menambahkan, Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur memiliki keunggulan besar di sektor pangan, perikanan, energi, hingga ekonomi maritim. Melalui forum ini, pihaknya ingin menjembatani potensi daerah agar terhubung langsung dengan investor dan perwakilan negara sahabat.

Keterlibatan diplomat dari Belanda, Singapura, Korea, dan India diproyeksikan membuka peluang ekspor komoditas unggulan serta menarik arus investasi masuk. Rakerkonas ini dipastikan akan menyambut lebih dari 1.000 delegasi dari 36 provinsi dan 368 kabupaten/kota.

Selain membuka peluang investasi, Rakerkonas ke-35 juga menjadi ajang perumusan kebijakan untuk menjawab indikator pelemahan ekonomi nasional. Data menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke angka 46,9 pada Juni 2026, disertai tekanan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 14,29 persen dari PDB.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjamin kepastian usaha dan mencegah risiko PHK masal. APINDO mendorong percepatan perjanjian perdagangan internasional seperti IEU-CEPA dan ICA-CEPA, serta penguatan sektor UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Forum yang akan dihadiri jajaran menteri kabinet, tokoh nasional Jusuf Kalla, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta pimpinan organisasi dunia usaha ini nantinya akan menyusun rekomendasi kebijakan ekonomi yang akan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x