Sinergi dan Inovasi Antarkan Sulsel Raih Prestasi di TPID Award dan TP2DD Championship 2026

Redaksi
26 Sep 2026 13:36
Ekonomi 0 16
3 menit membaca

JAKARTA,DAULATRAKYAT-Provinsi Sulawesi Selatan mengukir prestasi gemilang dalam penganugerahan TPID Award dan Championship TP2DD 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

​Penganugerahan ini disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dalam gelaran Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) pada 24–26 September 2026.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, menyampaikan bahwa sinergi kebijakan, inovasi, serta penguatan talenta digital menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

​”Semangat sinergi dan efisiensi tata kelola daerah tercermin nyata dari capaian Sulawesi Selatan tahun ini,” ujar Rizki E. Wimanda dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

​Dalam ajang tersebut, Kabupaten Bone meraih peringkat pertama TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sulawesi. Sementara itu, Kota Makassar dinobatkan sebagai TP2DD Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi. Prestatif Sulsel kian lengkap setelah Andi Muhammad dari Kabupaten Barru meraih penghargaan kategori Best Knowledge Sharing dalam ajang Katalis P2DD X DIGDAYA Wilayah Sulawesi.

​Rizki menjelaskan, keberhasilan Kabupaten Bone mengendalikan laju inflasi ditopang oleh konsistensi penerapan strategi 4K—Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif—serta terobosan program SONGKO’ BONE. Program ini mengintegrasikan peningkatan produksi, kelancaran distribusi, Gerakan Pangan Murah, operasional Mini Distribution Centre, hingga Kerja Sama Antardaerah (KAD).

​”Langkah konkret tersebut berhasil menekan inflasi Kota Watampone pada tahun 2025 menjadi sebesar 2,81 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen dan inflasi nasional sebesar 2,92 persen,” terangnya.

​Sementara pada sektor digitalisasi, Rizki menilai keberhasilan Kota Makassar mencerminkan komitmen daerah dalam memperkuat efisiensi tata kelola keuangan publik, meningkatkan konektivitas antarpelaku ekonomi, serta mempercepat pengambilan kebijakan berbasis data.

​Ia menambahkan, KPw BI Sulsel secara konsisten memberikan dukungan penuh melalui fungsi advisory, asistensi teknis, hingga fasilitasi High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD. Langkah strategis lainnya mencakup fasilitasi studi tiru ke Nusa Tenggara Barat bersama 24 kabupaten/kota se-Sulsel, efektivitas operasional Mini Distribution Centre, hingga penyelenggaraan evaluasi laporan TPID bersama Kemenko Perekonomian.

​”Ke depan, BI Sulsel berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berkelanjutan,” pungkas Rizki.

​Ajang FEKDI x IFSE 2026 itu sendiri dibuka secara resmi pada Kamis (24/9/2026) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta dihadiri jajaran pimpinan kementerian dan lembaga terkait.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x