Perkembangan Pasar Modal Sulawesi Selatan: Jumlah Investor Tumbuh Signifikan

Redaksi
28 Nov 2025 02:33
2 menit membaca

MALANG.DAULATRAKYAT Tingkat inklusi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) terhadap produk pasar modal terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan signifikan dalam jumlah investor. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulselbar), Moch Muchlasin, mengungkapkan hal ini saat menggelar acara Jurnalis Update di Malang, Jawa Timur (23/11/2025).

​Muchlasin menyampaikan bahwa jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulsel telah mencapai 460.914 per Agustus 2025, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 21,35% secara tahunan (year-on-year/yoy).

​”Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kepercayaan dan minat masyarakat Sulsel terhadap investasi di pasar modal,” ujar Muchlasin. “Kami melihat peningkatan yang cukup merata di berbagai instrumen investasi.”

Dominasi Pertumbuhan pada SID Saham

​Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, pertumbuhan SID paling tinggi terjadi pada investor Saham sebesar 31,98% (yoy). Meskipun demikian, secara total jumlah investor, portofolio reksa dana masih mendominasi SID di Sulawesi Selatan.

​Rincian Pertumbuhan SID (Agustus 2025 yoy):

​Saham: 31,98%

​Reksa Dana: 20,54%

​Surat Berharga Negara (SBN): 15,70%

​Hingga Agustus 2025, jumlah SID untuk Saham mencapai 155.332, disusul Reksa Dana 438.722, dan SBN 9.748. Perlu dicatat, satu investor dapat memiliki satu SID untuk berbagai instrumen efek di pasar modal.

Transaksi Saham SID Tetap Stabil​

​Dalam kesempatan tersebut, Muchlasin juga menyoroti aktivitas transaksi saham di Sulsel. Meskipun sempat terjadi lonjakan transaksi yang signifikan pada tahun 2024, nilai transaksi saham secara akumulasi hingga akhir tahun (year-to-date/ytd) per Desember 2025 masih menunjukkan angka yang kuat, yaitu sebesar Rp18,48 Triliun.

​Data transaksi saham (ytd) menunjukkan fluktuasi berikut:

​Desember 2023: Rp18,84 Triliun

​Desember 2024: Mencapai puncaknya di Rp22,64 Triliun

​Desember 2025 (ytd): Rp18,48 Triliun

​”Angka ini menunjukkan bahwa investor di Sulsel tetap aktif bertransaksi di bursa, meskipun ada dinamika ekonomi yang terjadi,” tutup Mochlasin. OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Sulselbar guna mendukung stabilitas dan pertumbuhan pasar modal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x