Unhas Peringkat Keenam Nasional, Loloskan 65 Judul Penelitian Pendanaan BIMA 2026

Redaksi
13 Mar 2026 02:04
2 menit membaca

MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat riset utama di Indonesia. Pada tahun 2026, Unhas berhasil menembus peringkat keenam nasional dalam daftar perguruan tinggi penerima pendanaan Program Penelitian Multitahun Lanjutan melalui skema Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA).

​Program ini merupakan skema strategis yang didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keberhasilan Unhas meloloskan 65 judul penelitian menunjukkan produktivitas dan kualitas riset dosen serta peneliti di kampus merah tersebut tetap berada pada tren positif.

​Fokus pada Keberlanjutan Inovasi

​Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Ir. Suharman Hamzah, ST., MT., Ph.D (Eng)., HSE, menjelaskan bahwa skema BIMA memberikan ruang bagi peneliti untuk melaksanakan riset jangka panjang yang berdampak luas.

​”Penelitian yang didanai pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari proposal yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Hal ini sangat penting untuk memastikan riset tidak berhenti di tengah jalan dan benar-benar menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat,” ujar Prof. Suharman.

​Beliau menambahkan bahwa LPPM Unhas secara konsisten melakukan pendampingan ketat, mulai dari proses monitoring hingga evaluasi capaian luaran. “Kami memperkuat aspek administrasi dan pertanggungjawaban agar penggunaan anggaran tetap akuntabel, sembari memastikan publikasi ilmiah yang dijanjikan tetap tercapai,” tegasnya.

​Dominasi Bidang Agro-Maritim

​Berdasarkan data sebaran keilmuan, riset di Unhas masih didominasi oleh bidang yang menjadi kekuatan utama universitas. Berikut adalah rincian porsi pendanaan berdasarkan rumpun ilmu:

Rumpun Ilmu Persentase

Agro-Maritim 53%

Teknosains 22%

Kesehatan 20%

Sosial & Humaniora (Soshum) 5%

Dominasi sektor agro-maritim ini sejalan dengan visi Unhas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis benua maritim. Meski demikian, bidang teknosains dan kesehatan juga menunjukkan kapasitas riset yang sangat kompetitif secara nasional.

​Memperkuat Budaya Riset

​Capaian ini diharapkan tidak hanya sekadar angka, tetapi menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika Unhas untuk terus berinovasi. Dengan tata kelola riset yang semakin tertib, Unhas berkomitmen untuk terus menghasilkan publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x