
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Partai Golongan Karya (Golkar) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-37 untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam forum tersebut, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan sejumlah pengarahan strategis mulai dari penguatan internal partai, konstelasi politik daerah, hingga kebijakan energi nasional.
Musda Harus di Daerah, Sulsel Jadi Simpul Timur
Bahlil menekankan bahwa konsolidasi merupakan kata kunci utama untuk mendorong seluruh komponen dan kekuatan partai. Berdasarkan laporan dari Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Melki Lakalena dan data dari Muhidin, DPD Golkar Sulsel tercatat tidak melaksanakan Musda di daerahnya sendiri selama satu dekade terakhir, melainkan selalu dibawa ke Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Bahlil memberikan instruksi tegas agar tradisi tersebut dihentikan.
”Saya memerintahkan kepada Kanda Muhidin bahwa enggak boleh Musda dilakukan di Jakarta, harus di Sulawesi Selatan!” ujar Bahlil dalam pidatonya. Menurutnya, keabsahan dan esensi Musda sebagai forum konsolidasi hanya dapat terpenuhi secara tepat jika dilaksanakan langsung di daerah.
Bahlil juga menyampaikan apresiasinya atas militansi perjuangan mantan pengurus, Taufan Pawe, selama masa kepengurusannya terdahulu sebelum adanya penunjukan Pelaksana Tugas (PLT). Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan simpul kejayaan bagi Partai Golkar sekaligus barometer kepemimpinan politik nasional di Wilayah Timur Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta agar Musda ini menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah terukur dengan key indicator yang jelas demi mengembalikan kejayaan partai di Sulsel.
Target Kursi Legislatif dan Dukungan Penuh untuk Prabowo-Gibran
Musda Sulsel ini menjadi Musda ke-37 yang telah diselesaikan oleh DPP Golkar dari total 38 provinsi di Indonesia, menyisakan Sumatera Selatan sebagai wilayah terakhir. Pasca-pelaksanaan Musda tingkat provinsi, Bahlil memerintahkan agar Musda tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga tingkat Desa segera diselenggarakan demi memperkuat sinergi dengan konstituen akar rumput yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
Berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional (Munas), Partai Golkar menetapkan dua target utama ke depan:
Kenaikan Kursi Legislatif: Golkar menargetkan peningkatan jumlah kursi secara signifikan di seluruh tingkatan. Target untuk DPR RI ditetapkan naik dari 102 kursi menjadi lebih, disertai dengan target kenaikan kursi di tingkat DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Tugas ini menjadi tanggung jawab penuh bagi jajaran pengurus baru yang akan datang.
Dukungan Pemerintahan Nasional: Golkar menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendukung penuh jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Keterbukaan Partai dan Pemberian Diskresi untuk ‘Ka Acho’
Terkait bursa kepemimpinan DPD Golkar Sulsel, Bahlil secara terbuka memberikan dukungannya kepada Ilham Arief Sirajuddin atau yang akrab disapa Ka Acho, yang maju sebagai calon tunggal dalam Musda kali ini. Ia menilai Ka Acho sebagai salah satu pilihan terbaik untuk memimpin partai berbekal rekam jejak panjangnya sebagai kader dari bawah, mantan pengurus AMPI, mantan Ketua Golkar Provinsi, serta pengalaman 10 tahun menjabat sebagai Wali Kota.
Menjawab dinamika politik terkait status Ka Acho yang sempat berpindah partai, Bahlil menegaskan bahwa Golkar adalah partai yang inklusif, dewasa, dan sangat dinamis. Sejarah mencatat bahwa Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok atau keluarga tertentu, melainkan oleh kolaborasi 97 organisasi dari berbagai elemen masyarakat sejak era 1960-an untuk menjaga ideologi Pancasila dan mendorong stabilitas negara.
Bahlil menganalogikan perpindahan kader seperti berpindah kamar dalam satu rumah besar, di mana pintu partai selalu terbuka bagi kader yang ingin kembali melalui mekanisme resmi. “Begitu mau kembali, ada aturan yang memungkinkan untuk bisa. Aturan itu disebut dengan diskresi. Dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar yang namanya hak prerogatif Ketua Umum,” jelas Bahlil. Meskipun rekomendasi yang dikeluarkan saat ini secara resmi berstatus sebagai calon ketua, proses pendaftaran yang hanya memunculkan nama Ka Acho dinilai sebagai cerminan dinamika politik khas Sulawesi Selatan.
Komitmen Energi: BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik
Di luar agenda internal partai, Bahlil yang juga berbicara mengenai kebijakan strategis nasional menegaskan komitmen Partai Golkar dan pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di sektor energi. Di tengah ketidakpastian geopolitik global—termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika, dan Israel—yang mengganggu jalur impor minyak mentah (crude oil) nasional sebesar 20% dari Selat Hormuz, pemerintah telah mengambil keputusan krusial.
Bahlil memastikan bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas domestik dan tidak membebani rakyat dengan lonjakan biaya energi. “Harga mau naik berapa pun sampai dengan 100 dolar ICP, insyaallah harga BBM subsidi tidak akan kita naikkan!” tegas Bahlil.
Sebagai langkah alternatif untuk menjaga pasokan energi nasional, pemerintah saat ini juga tengah melakukan retribusi serta memberikan legalitas bagi pengelolaan sumur-sumur minyak masyarakat yang selama ini beroperasional namun belum mendapatkan izin resmi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi energi alternatif sekaligus menopang ekonomi masyarakat di tingkat bawah.


Tidak ada komentar