DPM-PTSP Makassar Catat Investasi Rp2,7 Triliun hingga Semester I 2026

Redaksi
14 Agu 2026 05:23
Ekonomi 0 2
3 menit membaca

MAKASSAR, DAULATRAKYAT – Realisasi investasi di Kota Makassar menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Hingga triwulan II atau periode Januari–Juni 2026, nilai investasi yang berhasil direalisasikan telah mencapai lebih dari Rp2,7 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 77 persen dari target investasi Pemerintah Kota Makassar tahun ini sebesar Rp3,5 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan iklim investasi di Kota Makassar.

“Berdasarkan data terkini, realisasi investasi Kota Makassar sampai dengan triwulan kedua, dari Januari sampai Juni, berada di angka Rp2,7 triliun lebih,” ujar Mario, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dengan target investasi tahun ini sebesar Rp3,5 triliun, DPM-PTSP Makassar optimistis realisasi hingga akhir tahun dapat melampaui target tersebut. Bahkan, capaian investasi 2026 diharapkan dapat menyamai atau melebihi realisasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun.

“Kami berharap realisasi investasi tidak hanya memenuhi target Rp3,5 triliun, tetapi juga bisa melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,2 triliun,” katanya.

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi hingga triwulan II 2026 masih didominasi sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai sekitar Rp638,78 miliar. Selanjutnya, sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp451,90 miliar, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp351,88 miliar, sektor pertambangan Rp281,70 miliar, serta sektor hotel dan restoran sekitar Rp224,98 miliar.

Menurut Mario, komposisi tersebut menunjukkan investasi di Makassar semakin beragam dan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Investasi juga berkembang di sektor transportasi, logistik, telekomunikasi, properti, hingga pariwisata.

Jika dilihat dari sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar Rp617,9 miliar.

Mario menilai dominasi PMDN mencerminkan kuatnya kontribusi pelaku usaha dalam negeri terhadap pertumbuhan investasi di Kota Makassar. Meski demikian, DPM-PTSP tetap berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif untuk menarik lebih banyak investor, baik domestik maupun mancanegara.

Untuk menjaga tren positif tersebut, DPM-PTSP Makassar terus memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha terkait kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selain sosialisasi, DPM-PTSP juga memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, khususnya perusahaan dengan nilai investasi besar. Pengawasan lapangan juga dilakukan melalui kunjungan door-to-door untuk memastikan pelaporan investasi berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Kami sudah membuka layanan pendampingan dan edukasi, baik secara online maupun langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP), sehingga pelaku usaha yang mengalami kendala dapat memperoleh bantuan dalam proses pelaporan,” ujar Mario.

Ia menambahkan, hingga saat ini tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM tergolong baik. DPM-PTSP belum menemukan perusahaan yang dengan sengaja mengabaikan kewajiban pelaporan realisasi investasinya.

Dengan capaian investasi lebih dari Rp2,7 triliun pada semester pertama, Pemerintah Kota Makassar optimistis aktivitas investasi akan terus meningkat pada paruh kedua 2026.

Masuknya investasi baru, ekspansi usaha yang telah berjalan, serta meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan LKPM diharapkan menjadi faktor utama yang mendorong realisasi investasi hingga akhir tahun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x