

BALI.DAULATRAKYAT.Kepala KPw BI Sulsel, Rezky Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa perekonomian dunia saat ini berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Konflik geopolitik antara Israel dan Iran yang melibatkan Amerika Serikat telah mengganggu jalur lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz, di mana indeks aktivitasnya merosot drastis dari 140 mendekati nol.
Kondisi ini memicu kenaikan harga komoditas global, seperti minyak jenis Brent yang sempat menyentuh 145 dolar AS per barel sebelum bergerak di kisaran 92 dolar AS per barel, serta lonjakan harga batu bara, nikel, dan minyak sawit.
Dampaknya, inflasi global merambat naik dan mendorong bank sentral dunia menaikkan suku bunga kebijakan, sehingga Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2024 menurun dari 3,5 persen menjadi 3 persen.


Tidak ada komentar