Krisis Air di Makassar Utara: Legislator Desak Solusi Konkret dari Pemkot dan PDAM

Redaksi
15 Apr 2026 07:17
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Persoalan kekeringan dan krisis air bersih yang rutin melanda wilayah utara Kota Makassar memicu sorotan tajam dari parlemen. Dua anggota DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera mengambil langkah nyata guna mengakhiri penderitaan warga yang terjadi hampir setiap tahun.

​Kedua legislator tersebut adalah Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ) dari Fraksi PPP dan Basdir dari Fraksi PKB. Keduanya merupakan wakil rakyat dari Dapil II yang meliputi Kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, Tallo, dan Kepulauan Sangkarrang.

​Keluhan Tagihan dan Infrastruktur

​Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ) mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan PDAM yang dinilai tidak sebanding dengan beban biaya yang ditanggung masyarakat.

​Beban Administrasi: Warga terpaksa beralih ke sumur bor karena air PDAM tidak mengalir, namun tetap diwajibkan membayar uang beban setiap bulan.

​Ketidakefektifan Proyek: RTQ mempertanyakan urgensi proyek penggalian dan pergantian pipa yang rutin dilakukan namun tidak memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi air.

​Kondisi Ekstrem: Memasuki musim kemarau panjang, warga harus menggali sumur hingga kedalaman 30-40 meter demi mendapatkan air yang tidak payau.

​“Ini catatan serius untuk Pak Wali dan PDAM. Kalau air tidak mengalir, tentu ini harus menjadi perhatian. Apa gunanya pipa diganti setiap tahun kalau airnya tetap tidak ada? Kita harus cari akar masalahnya,” tegas RTQ.

​Dorongan Inovasi dan Program Sumur Bor

​Senada dengan RTQ, Basdir dari Fraksi PKB meminta pemerintah untuk lebih peka terhadap kebutuhan mendesak warga di wilayah utara. Ia menekankan pentingnya pengadaan infrastruktur alternatif.

​Poin usulan legislator:

​Evaluasi Distribusi: Melakukan audit menyeluruh terhadap sistem perpipaan dan ketersediaan air baku.

​Inovasi Sumber Air: Mendorong pemerintah mencari sumber air baku baru jika cadangan saat ini dianggap tidak mencukupi.

​Penambahan Sumur Bor: Memperbanyak program sumur bor sebagai solusi jangka pendek yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat saat kemarau.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x