
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Pelaksanaan Wisuda Tahfidz Ranu Harapan Islamic School (RHIS) berlangsung penuh haru dan khidmat. Momen kelulusan ini tidak hanya menjadi perayaan atas capaian hafalan Al-Qur’an para siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam membimbing karakter dan akhlak anak didik.
Perasaan bangga dan haru dirasakan langsung oleh para orang tua murid, salah satunya Fitriani, ibunda dari Aulia Rizka Syahbani, siswi kelas IX yang sukses menuntaskan hafalan 3 juz Al-Qur’an.
Fitriani mengungkapkan bahwa sejak menimba ilmu di RHIS, perkembangan positif sang anak sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Anak perempuan yang kini beranjak remaja tersebut tumbuh menjadi pribadi yang lebih sopan, percaya diri, dan bertanggung jawab.
”Alhamdulillah, sejak bersekolah di RHIS, perubahan anak saya sangat terasa. Ia menjadi lebih sopan, lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab, dan lebih mudah diingatkan dalam hal-hal yang baik,” ujar Fitriani.
Perubahan paling menonjol terlihat pada pembiasaan adab di rumah. Aulia dinilai semakin menghormati orang tua, terbiasa mengucapkan salam, rajin membantu pekerjaan rumah tangga, serta lebih menjaga tutur katanya.
Tak hanya adab, kesadaran ibadah Aulia juga berkembang pesat. Fitriani mengaku tersentuh ketika melihat sang anak kini terbiasa melaksanakan shalat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an tanpa harus selalu diingatkan.
”Saya sangat terharu ketika melihat anak saya mulai mengingatkan keluarga untuk shalat dan dengan semangat memperbaiki bacaan Al-Qur’annya. Sebagai orang tua, itu menjadi kebanggaan tersendiri,” tuturnya.
Di tengah tantangan pergaulan masa kini, pembinaan di RHIS dinilai berhasil menjadi benteng moral yang kuat. Selain itu, sinergi dan komunikasi yang terjalin erat antara pihak sekolah dan orang tua membuat pola pendampingan karakter di sekolah dan rumah berjalan selaras.
”RHIS tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter anak menjadi lebih baik,” tegas Fitriani merangkum kesan mendalamnya terhadap sekolah.
Di samping capaian akademik dan spiritual, orang tua siswa juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan manajemen RHIS yang menyelenggarakan prosesi wisuda tanpa memungut biaya dari para orang tua.
Menurut Fitriani, langkah ini menunjukkan kepedulian nyata sekolah agar seluruh siswa dapat merasakan momen kelulusan yang berkesan tanpa memberikan beban finansial tambahan bagi keluarga.
”Kami sangat mengapresiasi kebijakan wisuda gratis dari RHIS. Ini menunjukkan kepedulian sekolah sehingga semua anak dapat merasakan momen kelulusan yang berkesan tanpa beban biaya tambahan. Terima kasih RHIS atas dedikasi luar biasa dalam mendidik putra-putri kami,” ungkapnya.
Melalui momentum Wisuda Tahfidz ini, para orang tua berharap para lulusan RHIS dapat terus memelihara akhlakul karimah, istiqamah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, serta menjadi generasi yang memberikan manfaat luas bagi agama, keluarga, dan masyarakat di masa depan.


Tidak ada komentar