MAKASSAR, DAULATRAKYAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari konsolidasi industri perbankan untuk memperkuat permodalan, meningkatkan daya saing, dan mendukung pembiayaan sektor riil.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan lima BPR yang bergabung, yakni PT BPR Ganda Lata, PT BPR Paro Laba, PT BPR Hara Lata, PT BPR Suar Data, dan PT BPR Paro Dana, resmi melebur ke dalam PT BPR Pataru Laba yang berkedudukan di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Menurutnya, penggabungan ini akan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi pengelolaan, memperluas layanan, serta mendorong pengembangan layanan keuangan yang lebih inovatif dan digital, khususnya di wilayah Sulawesi.
Dengan penggabungan tersebut, jumlah BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Sulselbar kini menjadi 17 BPR dan 8 BPRS.
Hingga 30 April 2026, kinerja industri BPR/BPRS di Sulsel dan Sulbar juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp4,33 triliun atau naik 9,02 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp2,83 triliun atau tumbuh 5,54 persen, sedangkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp3,64 triliun, meningkat 7,63 persen.
Muchlasin menegaskan OJK akan terus mendorong konsolidasi industri BPR agar semakin efisien, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Tidak ada komentar