Perkuat Penegakan Hukum, FH Unhas Jajaki Kolaborasi Strategis dengan UNODC di Bangkok

Redaksi
17 Sep 2026 08:57
3 menit membaca

BANGKOK,DAULATRAKYAT- Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menjajaki peluang kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan kerja langsung ke Kantor Regional UNODC di Bangkok, Thailand, Rabu (16/9/2026).

​Pertemuan tersebut berfokus pada pemetaan peluang penguatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan kapasitas di bidang hukum dan penegakan hukum.

​Delegasi FH Unhas dipimpin langsung oleh Dekan Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., didampingi Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni Prof. Birkah Latif, S.H., M.H.; Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan Dr. Andi Tenri Famauri; Sekretaris Departemen Hukum Internasional Dr. Kadarudin; serta dosen senior FH Unhas Dr. Laode M. Syarif.

​Pertemuan strategis ini menjadi momentum bagi FH Unhas untuk memperkenalkan kapasitas akademik kelembagaan sekaligus memetakan isu-isu prioritas. Beberapa fokus bahasan meliputi penanggulangan kejahatan transnasional, pemberantasan korupsi, kejahatan lingkungan hidup dan sumber daya alam, hingga penguatan kapasitas aparat penegak hukum serta lembaga publik.

​Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim, menjelaskan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional yang terhubung langsung dengan kebutuhan riil penegakan hukum.

​“Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum,” ujar Prof. Hamzah.

​FH Unhas menawarkan sejumlah bentuk kerja sama konkret, antara lain program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar internasional, hingga pertukaran akademisi. Pihaknya juga membuka ruang bagi para pejabat dan ahli UNODC untuk hadir di Unhas sebagai dosen tamu, pembicara, maupun instruktur pelatihan.

​Andalkan Dua Pusat Riset Kejaksaan dan Kepolisian

​Dalam diskusi tersebut, FH Unhas turut memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade sebagai wadah pengembangan kajian di bidang penuntutan. Selain itu, diperkenalkan pula Research Center for Police Forces yang baru saja diresmikan guna memperkuat riset kepolisian.

​Kedua pusat riset unggulan ini disiapkan untuk mendukung pengembangan kajian berbasis bukti (evidence-based research) serta menjadi jembatan pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan lembaga penegak hukum.

​Prof. Hamzah menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional harus berorientasi pada hasil dan dampak yang terukur.

​“Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan konkret yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum,” tegasnya.

​Sebagai tindak lanjut, FH Unhas mengundang jajaran tim UNODC untuk melakukan kunjungan balasan ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna membahas detail prioritas kerja sama.

​Untuk diketahui, UNODC merupakan badan PBB yang bermandat mendampingi negara-negara anggota dalam mengatasi ancaman narkotika, kejahatan terorganisasi transnasional, korupsi, terorisme, serta penguatan sistem peradilan pidana. Kantor Regional UNODC untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik berkedudukan di Bangkok.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x