
MAKASSAR, 29 Mei 2026 – Menjelang pelaksanaan puncak acara Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 yang digelar pada 30–31 Mei 2026, panitia pelaksana bersama pihak Telkomsel dan Pemerintah Kota Makassar menggelar konferensi pers di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (29/05/2026).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai rincian penting diungkap, mulai dari besaran hadiah, ragam apresiasi dan penawaran khusus dari Telkomsel, hingga jaminan standar teknis keselamatan dan keakuratan rute yang diklaim setara ajang lari bertaraf nasional maupun internasional.
Dukungan penuh Telkomsel sebagai sponsor utama tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur jaringan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk apresiasi nyata melalui produk, layanan, dan program khusus bagi ribuan peserta maupun pengunjung yang hadir.
Telkomsel Hadirkan Apresiasi Melalui Produk, Layanan, dan Hadiah Menarik
Pihak Telkomsel menegaskan bahwa apresiasi disiapkan secara merata, baik bagi para pelari maupun masyarakat yang hadir memeriahkan acara. Berbagai penawaran spesial disiapkan agar seluruh peserta dapat menikmati konektivitas terbaik dengan harga yang sangat terjangkau.
“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa baik bagi pelari maupun pengunjung. Salah satu yang utama adalah paket spesial kami: 5 GigaByte untuk 1 hari hanya seharga Rp10. Ini berlaku untuk semua pengguna Telkomsel yang hadir di acara kami besok, Sabtu, maupun hari ini. Kemudian ada juga flash sale khusus, paket 31 GigaByte untuk 7 hari seharga Rp50 ribu,” ungkap General Manager – Mobile Consumer Business Telkomsel Region Sulawesi, Andrew S. T. Mamahit,
Selain penawaran paket data, Telkomsel juga menggelar program Photo Challenge. Setiap pelari yang telah menyelesaikan lintasan dapat berpartisipasi di lokasi yang telah disiapkan, dengan syarat menampilkan medali kebanggaan mereka. Sebanyak 20 pemenang terpilih berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp500.000 per orang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap layanan rumah, Telkomsel juga membebaskan biaya pemasangan atau Pasang Baru (PSB) secara gratis bagi pelanggan yang berlangganan IndiHome di stan Telkomsel selama acara berlangsung.
Pemkot Siapkan Hadiah Total Rp500 Juta, Telkomsel Jamin Kelancaran Teknis
Sementara itu, dari sisi insentif pemenang, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan total hadiah senilai Rp500 juta. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa ranah pemberian hadiah menjadi tanggung jawab Pemkot sebagai stimulus, sedangkan Telkomsel berperan memastikan seluruh aspek teknis dan operasional acara berjalan maksimal.
“Pemerintah Kota menyiapkan hadiah dengan nominal total 500 juta rupiah. Pemenangnya dibagi per kategori, ada umum, terbuka, nasional, hingga kategori usia (master), dari peringkat 1 hingga 8. Jadi akan ada banyak sekali pemenang. Sementara materi dan dukungan dari Telkomsel adalah bentuk apresiasi, baik untuk juara, peserta, maupun pengunjung. Posisi Telkomsel sebagai sponsor utama memastikan semua terkait perlombaan berlangsung lancar dan maksimal,” jelas Safrita Aryana dari IdeaRun sekaligus Race Director Telkomsel Makassar Half Marathon 2026.
Standar Tinggi: Rute Tersertifikasi PB PASI hingga Regulasi Internasional
Dalam pemaparan yang sangat mendetail, Race Director sekaligus pihak teknis, Rita, menjelaskan keseriusan panitia dalam menjaga kualitas acara agar setara dengan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan World Athletics.
Ia menegaskan bahwa Telkomsel Makassar Half Marathon bukan sekadar acara lari jarak jauh biasa, melainkan perlombaan dengan akurasi dan regulasi ketat.
Rute yang digunakan telah tersertifikasi dengan jarak presisi: kategori Half Marathon sejauh 21,097 km, 10 km, dan 5 km. Rita menjelaskan bahwa selisih jarak yang kerap ditemukan di beberapa lomba lain adalah hal wajar akibat kondisi geografis atau pembangunan infrastruktur, namun hal tersebut selalu dicatat resmi dalam lembar sertifikasi.
“Kalau ada yang bertanya kenapa kadang hasil ukuran di jam tangan pintar (smartwatch) beda? Itu karena kendala satelit yang terhalang gedung atau awan. Cara ukur yang akurat dan resmi menggunakan alat bernama Jones Counter, milik PB PASI. Cara kerjanya sangat rumit, harus dikalibrasi berkali-kali, ditempel ke sepeda yang tidak boleh dikayuh saat pengukuran. Semua kerumitan itu kami lakukan di sini demi kepuasan pelari,” tegas Rita sapaannya.
Ia juga menjelaskan perbedaan dengan standar internasional tertinggi (World Athletic Label) yang menggunakan garis biru (blue line) sebagai jalur terpendek, namun menegaskan bahwa untuk tahap ini, Makassar telah memenuhi standar Course Certified dari PB PASI.
Dalam hal prosedur start, acara ini juga tidak menggunakan hitung mundur biasa, melainkan mengikuti standar PASI dan Dunia, yaitu dengan aba-aba “Bersedia – Berangkat”, menggunakan tembakan pistol hampa. Ketepatan waktu menjadi hal mutlak; jika pejabat pembuka terlambat, panitia akan langsung menggantikannya demi menjaga kepercayaan ribuan pelari.
Layanan Medis Berstandar Tinggi: Ambulans Advance hingga Running Doctor
Keselamatan peserta menjadi prioritas utama yang ditangani secara profesional. Layanan medis yang disiapkan jauh melampaui standar umum. Panitia menggunakan ambulans tipe Advance, bukan sekadar kendaraan transportasi. Artinya, penanganan medis lengkap dilakukan di lokasi kejadian untuk menstabilkan kondisi pasien sebelum dirujuk, lengkap dengan alat bantuan jantung AED.
Unik dan istimewa, tim medis juga menyiapkan tim Running Doctors, yaitu dokter-dokter hobi lari yang berlari menyusuri rute tanpa mengejar catatan waktu pribadi. Tugas mereka adalah mengawasi, mengobservasi, dan siap menangani peserta kapan saja. Tim ini berada di bawah koordinasi langsung Medical Director, dr. Lita, dan koordinator lapangan dr. Anggi, yang memiliki pengalaman luas menangani ajang lari berskala nasional.
Dampak Ekonomi Akan Diumumkan Secara Resmi
Di akhir pemaparannya, Rita menyampaikan bahwa keberadaan ajang ini ditujukan sebagai pilar pengembangan pariwisata olahraga (sport tourism) di Makassar. Dampak ekonomi yang ditimbulkan akan dihitung secara ilmiah dan resmi oleh tim riset independen.
Hasil analisis tersebut baru akan dipublikasikan sekitar dua hingga tiga minggu setelah acara selesai, guna memberikan data objektif mengenai perputaran uang dan manfaat ekonomi yang diterima Kota Makassar.
“Kami ingin membuktikan lewat data, seberapa besar manfaat ekonomi yang dihasilkan acara ini bagi kota. Kolaborasi antara kekuatan merek Telkomsel dan eksekusi teknis kami diharapkan menghasilkan acara yang berkelas, aman, dan berkesan bagi seluruh peserta,” tutup Rita.


Tidak ada komentar