Waspada! Nama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Dicatut untuk Modus Penipuan Sumbangan Masjid

Redaksi
18 Apr 2026 02:06
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar mewaspadai maraknya aksi penipuan yang mencatut nama dan identitas pribadinya.

​Modus terbaru yang ditemukan adalah penipuan berkedok penyaluran sumbangan untuk pembangunan atau renovasi masjid. Pelaku sengaja menyasar para pengurus masjid dan tokoh masyarakat dengan janji bantuan dana fiktif.

​Modus Operandi: Bukti Transfer Palsu

​Aliyah menjelaskan bahwa pelaku biasanya menghubungi korban melalui pesan singkat atau panggilan telepon dengan dalih ingin memberikan donasi. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan foto bukti transfer yang telah dimanipulasi.

​”Pelaku mengirimkan bukti transfer palsu, lalu mengklaim bahwa jumlah dana yang dikirim berlebih. Setelah itu, korban diminta untuk segera mentransfer balik selisih uang tersebut. Padahal, dana bantuan yang dijanjikan itu sebenarnya tidak pernah ada,” ungkap Aliyah, Sabtu (18/4/2026).

​Tegaskan Tidak Ada Prosedur Pengembalian Dana

​Menanggapi hal tersebut, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa dirinya maupun Pemerintah Kota Makassar tidak pernah melakukan transaksi bantuan dengan mekanisme meminta pengembalian dana atau kompensasi dalam bentuk apa pun.

​”Saya tidak pernah melakukan transaksi bantuan dengan cara seperti itu. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada yang menghubungi atas nama pejabat, apalagi jika ujung-ujungnya meminta transaksi keuangan,” tegasnya.

​Langkah Antisipasi bagi Masyarakat

​Guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut, Pemerintah Kota Makassar memberikan beberapa panduan bagi warga jika menemukan hal serupa:

​Verifikasi Langsung: Jangan langsung percaya pada pesan singkat. Lakukan kroscek melalui kanal resmi pemerintah atau media sosial terverifikasi milik pejabat terkait.

​Jangan Bagikan Data Pribadi: Hindari memberikan informasi sensitif seperti nomor rekening atau identitas diri kepada orang tak dikenal.

​Laporkan ke Pihak Berwajib: Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan bukti-bukti yang ada ke kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.

​Kejadian ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan kini semakin beragam dengan memanfaatkan nama tokoh publik untuk membangun kepercayaan. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan digital ini. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x