Aset Perbankan Sulsel Tumbuh 5,99 Persen, OJK Catat Refocusing Kredit ke Sektor Pertanian

Redaksi
4 Agu 2026 01:11
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat kinerja sektor perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan tren positif pada triwulan II 2026.

Aset perbankan daerah tumbuh sebesar 5,99 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 6,88 persen.

​Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan hal tersebut dalam acara Media Briefing yang berlangsung di Kantor OJK Sulselbar, Makassar, Senin (3/8/2026).

​”Pertumbuhan aset perbankan kita berada di angka 5,99 persen, sedikit di bawah 6 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,71 persen dan penyaluran kredit tumbuh 5,27 persen,” ujar Muchlasin.

​Ia merincikan, struktur DPK di Sulsel masih didominasi oleh instrumen tabungan sebesar 66 persen, disusul deposito 22 persen, dan giro 15 persen. Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit mayoritas diserap oleh sektor produktif dengan pangsa pasar mencapai 52 persen.

​Secara geografis, Kota Makassar masih menjadi pusat perputaran kredit terbesar di Sulsel dengan porsi 33,04 persen dari total 24 kabupaten/kota. Posisi berikutnya ditempati oleh Kabupaten Palopo dengan penyaluran kredit sebesar Rp10,4 triliun dan Kabupaten Bone sebesar Rp6,9 triliun, disusul Parepare serta Bulukumba.

​Menariknya, OJK mencatat adanya pergeseran fokus (refocusing) penyaluran kredit ke sektor riil utama. Meski sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi, penyaluran kredit pada sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan mengalami lonjakan signifikan hingga 11 persen secara tahunan (year-on-year periode Juni 2025 ke Juni 2026).

​”Ini perkembangan yang sangat positif karena kekuatan utama ekonomi Sulsel ada di sektor pertanian. Produksi beras kita bahkan sudah mencapai tiga kali lipat dari kebutuhan provinsi, sehingga menjadi penopang ketahanan pangan nasional, khususnya di Indonesia Timur,” jelas Muchlasin.

​Selain pertanian, pertumbuhan kredit juga tercatat pada sektor Perikanan (Ekonomi Biru) yang naik 5,69 persen, serta sektor Real Estate, Jasa Perusahaan, dan Akomodasi/Makan-Minum yang turut mengalami peningkatan signifikan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x