

MAKASSAR, DAULATRAKYAT — Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar dialog interaktif bertema “Masih Muda, Kok Kena Serangan Jantung?” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit jantung dan pentingnya pencegahan sejak dini.
Kegiatan ini berlangsung di Atrium Trans Studio Makassar, Jumat (23/10/2026), dalam rangkaian Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Dialog interaktif tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang berfokus pada bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan jantung penting diberikan kepada masyarakat, termasuk kalangan usia muda. “Pasalnya, penyakit jantung tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat menyerang mereka yang masih produktif,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. “Melalui kegiatan ini, TP PKK Makassar berharap masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dialog interaktif ini menghadirkan Prof. Dr. dr. Idar Mappangara sebagai narasumber dan dipandu oleh dr. Nooryasni Muchlis, M.Biomed, yang juga merupakan anggota Pokja IV TP PKK Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Prof. Idar Mappangara menjelaskan berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, mulai dari kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, hingga kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan serangan jantung. Nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, serta nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang perlu diwaspadai. Jika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, masyarakat harus segera mencari pertolongan medis.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Dalam dialog tersebut, masyarakat diperkenalkan pada tujuh langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung, yakni tetap aktif melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan kaya serat, membatasi asupan garam, mengonsumsi ikan dua kali seminggu, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh.
Penerapan pola hidup sehat tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kesadaran menjaga kesehatan juga perlu dibangun sejak usia muda agar kebiasaan baik dapat terus diterapkan hingga usia lanjut.
Melalui dialog interaktif ini, TP PKK Kota Makassar berharap masyarakat semakin memahami bahwa penyakit jantung dapat dicegah melalui deteksi dini dan perubahan gaya hidup. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen TP PKK dalam mendorong keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.


Tidak ada komentar