

MAKASSAR,DAULATRAKYAT-Pemerintah Kecamatan Tallo, Kota Makassar, meluncurkan program Saudagar Tallo (Sinergi Akselerasi Usaha Dagang Warga Tallo) guna menggenjot ekonomi kerakyatan dan menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
Program perdana ini ditandai dengan sosialisasi dan pelatihan terpadu mindset coaching bagi 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kecamatan Tallo, Senin (26/10/2026).
Camat Tallo, Andi Husni, menyatakan bahwa pembinaan terhadap pelaku usaha kecil harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial sesaat. Melalui program ini, pemerintah berambisi mengembalikan kejayaan maritim perdagangan Tallo dengan mengubah pola pikir (mindset) pelaku UMKM agar berorientasi pada pengembangan skala usaha dan daya saing.
”Kami ingin mengembalikan kejayaan maritim perdagangan Tallo. Melalui coaching pola pikir ini, UMKM di Kecamatan Tallo tidak hanya sekadar bertahan hidup (survive), tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas dan bersaing dengan UMKM di luar Kecamatan Tallo,” ujar Andi Husni usai kegiatan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Penyediaan Etalase Khusus
Dalam pelaksanaan program, pihak kecamatan melibatkan berbagai elemen strategis, mulai dari perwakilan Empu Bator Dinas Koperasi Kota Makassar, sektor perbankan, akademisi, hingga Dewan Adat Kecamatan Tallo yang diwakili oleh Ilyas Ari. Keterlibatan dewan adat bertujuan membangkitkan motivasi historis para pelaku usaha.
Andi Husni memastikan, pendampingan tidak berhenti pada pelatihan mental semata. Pemerintah kecamatan akan memfasilitasi para pelaku usaha dalam hal branding, akses permodalan perbankan, hingga perluasan jangkauan pemasaran.
Sebagai wujud nyata pemasaran produk, Pemerintah Kecamatan Tallo dijadwalkan akan melaunching Car Free Day (CFD) khusus UMKM di Jalan Arif Rahman Hakim pada 15 November mendatang. Lokasi tersebut akan difungsikan sebagai etalase tetap bagi produk-produk UMKM binaan.
Solusi Penataan PKL dan Tekan Angka Kemiskinan
Peluncuran Saudagar Tallo didasari oleh urgensi penanganan masalah sosial-ekonomi di wilayah setempat. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 150.000 jiwa, angka kemiskinan di Kecamatan Tallo tercatat masih menyentuh angka hampir 60.000 jiwa.
Pengembangan ekonomi kerakyatan ini juga disiapkan sebagai langkah solutif bagi penataan kota, khususnya dalam merelokasi dan memberdayakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum lama ini ditertibkan dari bahu jalan.
”Intervensi yang kami lakukan tentu dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Yang kedua, tentu kami ingin memfasilitasi UMKM yang kemarin kita tertibkan. Nantinya di Karampung, kami utamakan tentu bagi pelaku-pelaku UMKM solusi PK5 yang kemarin ditertibkan di jalan-jalan,” tegas Andi Husni.
Program tersebut merupaka pilot project kecamatan Tallo.
Adapun program Saudagar Tallo diharapkan mampu menjadi model percontohan efektif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat akar rumput secara berkelanjutan di Kota Makassar.


Tidak ada komentar