
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar tengah mematangkan kesiapan teknis terkait kelanjutan pembangunan Lapangan Karebosi serta mengawal progres proyek strategis Jembatan Barombong.
Hal ini dilakukan demi memastikan seluruh pembangunan berjalan sukses, aman, dan efisien secara anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menjelaskan bahwa Pemkot Makassar menaruh perhatian serius pada detail perencanaan kedua infrastruktur vital tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Kelanjutan Karebosi: Evaluasi Bangunan Existing dan Opsi Desain Sederhana
Meskipun anggaran untuk penataan Karebosi telah ditetapkan, Andi Zulkifli Nanda mengungkapkan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar masih harus menggelar rapat teknis. Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau ulang perencanaan, spesifikasi gambar, hingga aspek teknis lainnya.
Saat ini, Pemkot Makassar dihadapkan pada dua pilihan terkait struktur bangunan yang sudah ada (existing) di lokasi.
Melanjutkan Struktur Existing: Opsi ini hanya akan diambil jika hasil kajian teknis menunjukkan bahwa struktur bangunan lama tersebut benar-benar kuat dan kokoh.
Mulai dari Nol: Jika hasil evaluasi menunjukkan risiko teknis yang tinggi, Pemkot memilih untuk tidak melanjutkan struktur lama demi keamanan.
”Ada juga opsi perencanaan gambar yang lebih sederhana agar lebih gampang dilaksanakan. Tetapi kita lihat dulu karena di Karebosi sudah ada bangunan existing. Kita harus lihat apakah bisa dilanjutkan atau harus mulai dari nol. Kalau risikonya tinggi, sebaiknya jangan dilanjutkan,” ujar Andi Zulkifli Nanda.
Jembatan Barombong: Berbagi Peran antara Pemkot, Provinsi, dan Pusat
Menanggapi isu mengenai sulitnya merealisasikan fisik Jembatan Barombong tahun ini akibat kendala anggaran yang besar di tingkat provinsi, Sekda Kota Makassar meluruskan bahwa proyek ini memang dirancang dalam beberapa tahapan kerja sama yang melibatkan jalur berjenjang.
Pemkot Makassar menegaskan pembagian porsi kerja berjalan sebagai berikut:
Pemerintah Kota Makassar: Fokus sepenuhnya pada pelaksanaan tahapan pembebasan lahan yang saat ini sedang berjalan.
Pemerintah Provinsi: Bertanggung jawab dalam menyusun Dokumen Perencanaan Teknis atau Detail Engineering Design (DED).
Kementerian PUPR: Menanggung pembiayaan keseluruhan untuk konstruksi fisik jembatan setelah pembebasan lahan dan DED rampung.
”Tidak mungkin begitu pembebasan lahan selesai tahun ini langsung dibangun fisik jembatannya, karena butuh perencanaan dan analisa lagi. Jadi, kita bebaskan dulu lahan tahun ini, kemudian provinsi membuat DED-nya. Setelah dua tahap ini selesai, baru masuk ke Kementerian untuk pembiayaan konstruksi keseluruhan,” jelas Andi Zulkifli Nanda.
Di akhir penjelasannya, Andi Zulkifli Nanda menegaskan bahwa pihaknya akan membawa pembahasan DED dan pembebasan lahan ini ke dalam rapat koordinasi lebih lanjut.
Pemkot Makassar mengaku sangat optimis proyek Jembatan Barombong ini dapat terealisasi berkat dukungan penuh dari Kementerian PUPR.


Tidak ada komentar