
MAKASSAR.DAULATRAKYATKota Makassar bersiap menjadi pusat perhatian dunia dengan menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan internasional Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juni 2026.
Ajang bergengsi ini menjadi momentum strategis bagi jajaran pemerintah untuk memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus memperkenalkan wajah kota sebagai pusat perdagangan, investasi, dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur.
Gerbang Indonesia Timur dan Peluang Global
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa para tamu delegasi sudah mulai berdatangan pada hari Senin. Menurutnya, kepercayaan internasional ini merupakan sebuah kebanggaan besar sekaligus peluang emas bagi kemajuan daerah.
”Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur. Melalui IGS 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya kaya akan budaya dan kuliner, tetapi juga memiliki peluang investasi, pariwisata, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Munafri.
Selama berada di Makassar, para delegasi akan mengikuti berbagai rangkaian acara terstruktur, mulai dari kunjungan destinasi wisata, pengenalan produk UMKM unggulan, hingga forum investasi internasional.
Diplomasi Meja Makan: Food Connects Heart and Friendship
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, memaparkan bahwa esensi utama dari gastrodiplomasi adalah mencairkan formalitas politik melalui pendekatan budaya kuliner.
Ia menegaskan bahwa melalui makanan, aspek emosional dan persahabatan antarnegara (food connects heart and friendship) dapat terbangun dengan lebih kuat, sehingga hal-hal yang biasanya sulit dipecahkan di atas meja perundingan formal bisa menjadi lebih cair.
Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa kegiatan akbar ini terintegrasi erat dengan gerakan strategis nasional Indonesia Spice Up the World dan program Rasa Rempah Indonesia untuk membuka pasar ekspor komoditas rempah serta pangan olahan lokal.
Langkah ini diperkuat oleh data berbasis platform milik Kemenlu RI yang mencatat adanya 1.273 restoran Indonesia di luar negeri yang aktif memperkenalkan kuliner nusantara, termasuk menu andalan khas seperti Coto Makassar.
“Sebagai komitmen jangka panjang, sekembalinya para delegasi ke Jakarta, Kemenlu akan memfasilitasi forum debriefing bersama para duta besar untuk memetakan minat investasi konkret agar seluruh program ini menghasilkan buah yang nyata bagi kemajuan daerah,” papar Ani didepan awak media saat jumpa pers di Hotel The Rinra Makassar (22/06/2026).
Semangat Inklusif Pemkot Makassar bagi Sulawesi Selatan
Sementara itu, Asisten 3 Pemkot Makassar, Firman Paggara, menegaskan bahwa keuntungan dari perhelatan akbar IGS 2026 tidak hanya akan dinikmati oleh Kota Makassar sendiri.
Pemkot Makassar berkomitmen mengusung asas inklusivitas dengan merangkul serta mengundang para kepala daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan agar ikut mempromosikan potensi wisata dan kuliner khas daerah masing-masing langsung kepada para delegasi asing.
Rencana perjalanan para delegasi bahkan telah dipetakan secara matang di dalam investment forum, di mana kunjungan di Makassar nantinya akan terkoneksi langsung ke daerah penyangga sekitarnya, mulai dari Maros hingga Toraja.
Melalui semangat kolaborasi ini, Pemkot Makassar juga berharap dapat membangkitkan kembali memori kolektif kejayaan abad ke-16 saat Makassar dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan jalur rempah dunia.
Momentum sejarah ini dijadikan batu loncatan untuk menjaring peluang kerja sama nyata, baik melalui masuknya investasi sektor swasta maupun melalui pendanaan proyek-proyek strategis pemerintah daerah yang dibantu oleh investor internasional.


Tidak ada komentar