
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pelaksanaan Wisuda Tahfidz dan Tartil Quran tahun 2026 yang digelar oleh SMP Ranu Harapan Islamic School (RHIS) sukses menuai apresiasi mendalam dari para orang tua siswa. Acara yang baru pertama kali diadakan ini dinilai memberikan kesan yang sangat luar biasa bagi para orang tua yang hadir menyaksikan perkembangan spiritual anak-anak mereka.
Rasa syukur dan bangga tersebut salah satunya diungkapkan secara langsung oleh orang tua dari Muhammad Fahrezi Ranu, salah seorang siswa SMP RHIS, kepada pihak media Daulat Rakyat News (DRN) di sela-sela acara wisuda tahun 2026 yang berlangsung khidmat. Ia menyampaikan bagaimana sekolah tersebut telah membawa perubahan besar, baik dari segi keagamaan, akademik, hingga pembentukan akhlak sang anak.
Capaian Hafalan Quran dan Keunggulan Akademik
Kepada DRN, orang tua Fahrezi menuturkan bahwa program pembelajaran di RHIS terbukti mampu membimbing anaknya menghafal Al-Quran dengan baik—suatu pencapaian yang menurutnya belum tentu bisa didapatkan dengan mudah di sekolah umum.
”Alhamdulillah anakku jadi hafal Quran, walaupun belum sampai 3 juz ya. Walaupun dia di sekolah umum kan belum tentu bisa kayak gini hafal Quran,” ujar Ibu Nurhudria di sela-sela momentum wisuda Tahfidz Quran tersebut.
Tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, kualitas kurikulum umum di RHIS juga mendapat pujian. Orang tua Fahrezi mengakui adanya perkembangan yang sangat baik pada beberapa mata pelajaran adaptif kepada DRN:
Bahasa Inggris: Kemampuan komunikasi dan pemahaman siswa mengalami peningkatan yang lumayan.
Matematika: Penguasaan materi pelajaran numerik anak dinilai berkembang dengan bagus.
Transformasi Akhlak dan Karakter Anak
Perubahan yang paling disyukuri oleh pihak keluarga adalah transformasi karakter atau akhlak Fahrezi. Sebelum menempuh pendidikan di SMP RHIS, Fahrezi dikenal memiliki watak yang cukup keras, terutama saat berinteraksi dengan sepupunya di rumah.
Namun, sejak bersekolah di RHIS, sifat keras tersebut perlahan melunak dan berubah menjadi jauh lebih positif. Kepada DRN, orang tuanya menyatakan rasa syukur yang mendalam atas perubahan perilaku ini, yang diakui secara langsung sebagai dampak positif dari iklim pembinaan di lingkungan sekolah.
Metode Guru yang ‘Merangkul’ Layaknya Teman
Kunci sukses dari perubahan positif siswa di RHIS terletak pada dedikasi dan metode pendekatan yang diterapkan oleh para tenaga pendidik. Berbicara kepada DRN di sela-sela acara wisuda, orang tua Fahrezi menilai guru-guru di RHIS memiliki cara mengajar yang sangat bagus karena mengedepankan pendekatan emosional yang inklusif tanpa membeda-bedakan siswa.
”Karena kayaknya guru-gurunya itu bagus cara mengajarnya, karena dia merangkul anak. Kalau saya perhatikan kalau di sini, dia kayak anggap teman,” ungkapnya kepada DRN saat menjelaskan alasan kenyamanan anaknya dalam belajar dan berinteraksi sosial di RHIS.
Pendekatan yang hangat dan penuh keakraban ini membuat para siswa tidak merasa canggung dalam bergaul maupun belajar.
Suasana sekolah yang cair dan penuh rasa kekeluargaan ini dinilai berhasil membuat anak-anak merasa nyaman, sehingga proses transfer ilmu dan pembentukan karakter dapat berjalan dengan optimal.


Tidak ada komentar